REDAKSI8.COM, JAKARTA – Perum Bulog mulai mengoperasikan teknologi mutakhir untuk mengawal kualitas cadangan pangan nasional di tengah persiapan menghadapi lonjakan permintaan jelang hari raya Iduladha 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, pihaknya kini memanfaatkan infrastruktur modern seperti mesin Rice to Rice di Sentra Pengolahan Beras guna memastikan setiap butir beras yang sampai ke tangan masyarakat memenuhi standar mutu yang tinggi.

Langkah itu diambil untuk menggeser stigma lama mengenai kualitas beras pemerintah sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi secara nasional.
Dalam peninjauan kesiapan infrastruktur pada Selasa (5/5/2026), Ahmad Rizal Ramdhani menekankan pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari kapasitas gudang hingga sistem pengolahan.
Dia menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya dalam menjaga kepercayaan publik melalui transparansi proses pengolahan pangan.
“Bulog tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga menjamin kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat,” ujar Dirut Bulog dilansir dari tribatanews.polri.go.id.
Saat ini, stok beras yang berada dalam gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia dilaporkan telah menembus angka 5 juta ton.
Jumlah yang masif tersebut diproyeksikan bakal menjadi instrumen utama pemerintah dalam melakukan intervensi pasar apabila terjadi fluktuasi harga yang tidak wajar selama masa perayaan kurban.
Kesiapan stok yang melimpah ini dipadukan dengan pembaruan sistem manajemen logistik untuk menjangkau daerah-daerah terpencil secara lebih cepat.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa integrasi teknologi dalam pengelolaan stok merupakan bagian dari transformasi besar di tubuh Bulog.
Upaya itu memastikan cadangan pangan tidak hanya sekadar tersedia secara jumlah, namun juga layak konsumsi dan terjaga kesegarannya dalam jangka waktu lama.
“Peninjauan dilakukan secara menyeluruh terhadap kapasitas gudang, kualitas beras, serta kesiapan distribusi,” katanya.
Lebih lanjut, penggunaan teknologi Rice to Rice ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan pangan strategis di Indonesia.
Dengan proses penyaringan dan pembersihan ulang yang tersistem, Bulog berupaya memberikan akuntabilitas nyata kepada masyarakat terkait keamanan pangan nasional. Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, inovasi ini adalah bagian penting dari komitmen jangka panjang perusahaan.
“Ini menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas Bulog dalam memastikan cadangan beras pemerintah berada dalam kondisi aman,” tandasnya.



