Senin, 13 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Bank Kalsel Salah Input Banjarbaru Dirugikan, Dr. Muhammad Uhaib As’ad: Sandiwara!

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
22 November 2025
A A
Bank Kalsel Salah Input Banjarbaru Dirugikan, Dr. Muhammad Uhaib As’ad: Sandiwara!

akademisi Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si, yang merupakan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Bunga Kalimantan, sekaligus Sekretaris Eksekutif Yayasan Pendidikan Bina Ilmu, STIMIK Indonesia Banjarmasin. Foto: Dok. Redaksi8.com.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Publik kian geram terkait kesalahan Bank Kalsel dalam penginputan kode administrasi perbankan hingga membuat dana Rp5,1 triliun tercatat sebagai milik Pemerintah Kota Banjarbaru.

Dalam klarifikasi resminya, Bank Kalsel menyebut kekeliruan itu terjadi akibat kesalahan teknis pada sistem internal, tepatnya pada penginputan kode Golongan Pihak Lawan (GPL).

Akibatnya, sebanyak 13 rekening milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan total saldo Rp4,746 triliun sempat tercatat sebagai rekening Pemko Banjarbaru.

Belakangan diketahui, dana tersebut merupakan simpanan Pemprov Kalsel dalam bentuk giro dan deposito, dengan porsi terbesar deposito mencapai Rp3,9 triliun.

LihatJuga :

Revisi RTRW Banjar, Untuk Menyelamatkan Lahan Pertanian dari Alih Fungsi

Muhammad Wildan dan Ida Auliyanti Dinobatkan sebagai Duta GenRe Balangan 2026, Siap Jadi Pelopor Remaja Menuju Indonesia Emas 2045

Pembangunan Capai 85 Persen, Sekolah Rakyat di Kalsel Dikebut Jelang Operasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penganiayaan Libatkan Eks Wali Kota Banjarbaru

Namun penjelasan itu dinilai tidak masuk akal oleh akademisi Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si, yang merupakan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Bunga Kalimantan, sekaligus Sekretaris Eksekutif Yayasan Pendidikan Bina Ilmu, STIMIK Indonesia Banjarmasin.

Menurut Uhaib, alasan “salah input” oleh bank sebesar Bank Kalsel tidak dapat diterima oleh logika publik.

“Masa bank seperti Bank Kalsel bisa salah input untuk uang triliunan? Ini bukan uang satu juta, dua juta. Anak kecil saja tahu ini seperti akal-akalan,” ujarnya.

Ia menilai kekeliruan tersebut telah mencoreng nama baik Pemko Banjarbaru, yang sempat disebut memiliki dana jumbo tanpa dasar.

“Kasihan Banjarbaru. Ibu Lisa Halaby harusnya protes keras. Kalau saya jadi wali kota, pasti saya tuntut. Ini sama saja melecehkan Pemko Banjarbaru,” tegasnya.

Uhaib menilai penjelasan Bank Kalsel justru menunjukkan lemahnya profesionalitas di lembaga perbankan yang seharusnya memiliki sistem pengamanan berlapis.

“Ini uang triliunan, kok bisa dibilang salah input? Di era keterbukaan seperti sekarang, wajar masyarakat sinis,” pikirnya.

Ia bahkan membandingkan kesalahan tersebut dengan praktik perbankan tradisional di tingkat kampung.

“Di kampung ada bank plecit untuk menggadaikan barang. Masa bank modern melakukan kesalahan seperti zaman jahiliyah? Tidak masuk akal,” ujarnya.

Uhaib menduga alasan “salah input” hanya menjadi upaya Bank Kalsel untuk meredam kegaduhan publik.

“Kita tidak tahu apakah benar salah input, atau sengaja dibuat begitu hanya untuk meredam protes publik,” katanya.

Ia menegaskan kasus tersebut tidak bisa dianggap sebagai kekeliruan administrasi biasa dan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk memeriksa potensi dugaan tindak pidana.

“KPK perlu turun tangan. Jangan-jangan ada indikasi korupsi. Saya juga sudah menghubungi teman-teman di KPK agar memeriksa pejabat terkait,” ungkapnya.

Menurut Uhaib, bila sistem perbankan Bank Kalsel berjalan profesional, kesalahan penginputan dengan nilai sebesar itu seharusnya tidak mungkin terjadi.

“Uang triliunan tidak mungkin salah input begitu saja. Saya melihat ini seperti sandiwara. Sangat tidak masuk akal,” pungkasnya.

Share27Tweet17Send

Related Posts

Jampidsus Febri Adriansyah Mengundurkan Diri, Sekarang Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

Jampidsus Febri Adriansyah Mengundurkan Diri, Sekarang Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

by angga sasmita
11 Juli 2026

REDAKSI8.COM, JAKARTA - Dalam konferensi pers yang digelar di Kejaksaan Agung, Sabtu siang (11/7/2026), Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi...

Banjarmasin 3 kali Terbakar Dalam Semalam

Banjarmasin 3 kali Terbakar Dalam Semalam

by angga sasmita
10 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin kembali dikejutkan oleh peristiwa kebakaran yang terjadi di beberapa titik, salah satunya di kawasan...

Tapin Jadi Prioritas Utama Pengawasan Karhutla

Tapin Jadi Prioritas Utama Pengawasan Karhutla

by Irma Dahliana
7 Juli 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi tinggi mengalami kebakaran hutan dan lahan...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In