REDAKSI8.COM, BANJARBARU- Guna mengantisipasi dampak dari musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru siap siaga bencana yang mungkin akan terjadi. Baik itu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bencana banjir, kemarau, pohon tumbang hingga angin puting beliung.
Oleh karena itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menekankan, bahwa pentingnya sinergitas bersama antara Pemerintah, masyarakat dan instansi terkait untuk menciptakan ketangguhan dalam menghadapi bencana.
“Memasuki kondisi cuaca dan iklim yang tidak bisa diprediksi seperti saat ini potensi bencana sangatlah besar, dari itu perlu adanya peran dan partisipasi kita semua dalam mengantisipasi bencana alam yang bisa saja datang tiba-tiba,” ujarnya, usai Apel siaga bencana di Lapangan Dr. Murdjani, Selasa (3/7/24).
Meski demikian, Aditya juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat dalam Apel Siaga Bencana ini, termasuk TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan serta perwakilan masyarakat.
“Diperlukan langkah-langkah kongkrit dari pihak terkait agar selalu tanggap dan siaga dalam menghadapi bencana,” jelasnya.
“Selain itu apel ini juga bertujuan untuk membangun sikap gotong royong dan kerjasama antar semua unsur yang dapat berperan dalam penanggulangan bencana,” sambungnya.
Demikian, Aditya berharap, siaga bencana tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
“Kami berharap acara ini mampu membangkitkan kolaborasi yang kuat diantara seluruh elemen masyarakat dan lembaga terkait dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Zaini mengatakan, ada tiga titik rawan bencana di wilayah Banjarbaru, yakni Kecamatan Cempaka, Kecamatan Landasan Ulin, dan Kecamatan Liang Anggang.
“Kalau Karhutla terjadi di Landasan Ulin,maka di Cempaka ada potensi banjir, termasuk genangan air yang harus kita antisipasi,” ucapnya.
Dengan ditetapkannya Kota Banjarbaru sebagai siaga bencana, pihak BPBD Banjarbaru kembali merapatkan barisan dan akan mendirikan posko induk siaga bencana.
Serta memaksimalkan sarana dan prasarana untuk memfokuskan penanganan sebelum terjadinya bencana, baik Karhutla maupun banjir.
“Personil kita ada sekitar 40 orang, di induk sendiri untuk berjaga 1×24 jam standby dengan TNI Polri, serta relawan-relawan lainnya,” tandasnya.



