REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Banjar berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI mengalami penurunan drastis dari 40,2 % di tahun 2021 menjadi 26,4 % di tahun 2022.
Dari peringkat pertama tertinggi angka stunting di Kalimantan Selatan tahun 2021 menjadi peringkat ke-7 dengan penurunan angka stunting yang signifikan yaitu 13,8 %. Penurunan stunting tersebut di kalim karena adanya sebuah Inovasi Say No Ting-Ting.

Dengan adanya inovasi Say No Ting- Ting, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas mendapat penghargaan yang diberikan oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo karena dinilai berhasil mengurangi angka stunting secara signifikan.
Intervensi terhadap penurunan stunting melalui Pemberian tablet tambah darah bagi remaja yang dikampanyekan di sekolah-sekolah selain itu juga diberikan bagi ibu hamil.
Selain itu juga, agar mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Banjar, juga dilakukan pemberian makanan tambahan untuk balita gizi kurang dengan inovasi diberi nama Badutacanting.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, bahwa penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk bekerja lebih keras menurunkan angka stunting sehingga bisa di bawah angka nasional.
“Kita bersama terus melanjutkan usaha ini sehingga Indonesia Emas 2045 sejajar dengan negara maju bisa diwujudkan,” cetusnya saat kegiatan pada puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tingkat Provinsi Kalsel di Alun-alun Ratu Zalecha, Martapura, Kamis (27/7/2023) beberapa waktu yang lalu.
Sementara Ketua TP PKK Banjar Hj Nurgita Tiyas mengatakan, upaya kedepan lebih menantang sehingga inovasi baru harus dimunculkan bernama Say No Ting Ting, artinya kampanye anti stunting dan anti bullying.
“Kekerasan terhadap anak dan korban perundungan di sekolah masih ada. Kita ingin program pencegahan stunting sejalan juga dengan pencegahan perundungan. Membangun manusia yang sehat jiwa dan raga akan sangat penting mendukung akselerasi target nasional Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Kabupaten Banjar juga layak berbangga, sebab lencana emas bernama Dharma Karya Kencana diberikan Hasto Wardoyo kepada H Mansyur. Ini penghargaan khusus kepada pihak ketiga atau pengusaha yang berperan aktif membantu daerah dalam menekan angka stunting.
Penghargaan khusus nasional itu diberikan mengigat Kabupaten Banjar sangat cepat dalam menurunkan angka stunting, dari sebelumnya di kisaran 40 persen, menjadi 26,4 persen.
Di Indonesia, dua provinsi yang berhasil signifikan menurunkan angka stunting adalah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Khusus Kalimantan Selatan, terbaik penurunan stunting diraih oleh Kabupaten Banjar, kemudian Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Bumbu.



