REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Banjar terus terjadi, sampai saat ini sudah sekitar 300 hektar lahan yang terbakar, dan tentunya hal seperti ini akan terus terjadi akibat cuaca el nino yang terus melanda terutama di Kabupaten Banjar.
Demi memadamkan kebakaran, Truk pengangkut air bersih yang akan didistribusikan kepada warga yang berada di Kecamatan Astambul harus ditunda akibat saat melewati pendistribusian air bersih ditemukan hotspot yang membakar lahan dan harus cepat ditangani agar tidak melebar.

“Disaat persiapan melakukan distribusi air, PMI Kabupaten Banjar kembali balik arah untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan yang berada di Sungai Alat Kecamatan Astambul,” ungkap Aminullah salah satu anggota PMI Kabupaten Banjar, Selasa (5/9/2023).
Selain melakukan pemadaman lahan, PMI Kabupaten Banjar juga membagikan masker kepada warga yang setempat yang tidak jauh dari di sekitar lokasi kebakaran lahan agar masyarakat tidak terlalu banyak menghirup asap dari kebakaran tersebut.

“Untuk memudahkan pemadaman, PMI juga menyiapkan alat O2 Konsentrator berupa alat untuk disiagakan bagi petugas yang mengalami sesak nafas saat melakukan pemadaman lahan,” tuturnya.
Selain itu Aminullah mengatakan dengan pembagian masker dan menyiagakan O2 Konsentrator ini diharapkan dapat mengurangi dari dampak yang ditimbulkan dari Kebakaran Lahan ini.
Sekretaris PMI Kabupaten Banjar Imam Sofiar mengungkapkan bahwa PMI Kabupaten Banjar juga sekaligus melakukan pembagian masker kepada warga yang tidak jauh dari hotspot agar warga tidak terlalu banyak menghirup asap akibat kebakaran lahan tersebut.
“Masker dan O2 Konsentrator ini merupakan bentuk kerjasama PMI Kabupaten Banjar dan Pusat Krisis Kesehatan Kalimantan Selatan dalam upaya penanggulangan dampak dari asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan,” ucap Imam
Ia menjelaskan bahwa kepada anggota agar selalu membawa O2 Konsentrator untuk jaga jaga apabila saat memadamkan kebakaran terjadi hal yang tidak diinginkan bisa dengan cepat ditangani.



