REDAKSI8.COM, TANJUNG – DPC Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Tabalong menggelar Tabalong Smart Orchid Festival 2025 di Taman Tanjung Bersinar Park, Kamis (04/12/2025).
Kegiatan ini dirangkai dengan kontes anggrek, konservasi anggrek, pameran anggrek hingga bursa anggrek dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-60 Tabalong yang dimulai 3 sampai 5 Desember 2025.
Tabalong Smart Orchid Festival 2025 ini DPC PAI Tabalong berkolaborasi dengan DLH Tabalong, Komunitas Kopi Basamut, Komunitas Bonsai serta perusahaan swasta.
Kegiatan Tabalong Smart Orchid Festival ini secara resmi dibuka Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani dan dihadiri Ketua DPC PAI Tabalong, Hj Hamida Munawarah dan Ketua DPD PAI Tabalong, Hj Arinda Dian Susanti serta tamu lainnya.
Ketua Pelaksana, Rowi Rawatianice mengatakan, bahwa Tabalong memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi khususnya anggrek alam yang kini keberadaannya mulai terancam.
“Jadi banyak faktor antara lain perburuan liar, penebangan kayu, penambangan ilegal, konversi hutan dan lahan, fragmentasi kawasan dan lainnya yang berakibat pada anggrek alam,” katanya.
Menurutnya, Tabalong Smart Orchid Festival ini sebagai wadah untuk melakukan upaya penyelamatan anggrek alam di kawasan Tabalong yang hampir punah.
“Kami juga sebelumnya sudah melakukan aksi konservasi anggrek alam di Taman Tanjung Bersinar Park dengan menanam 50 anggrek spesies Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan) yang saat ini hasilnya bisa dilihat dan sedang berbunga,” ujar Rowi.
Disisi lain, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menganggap bahwa kegiatan ini wujud komitmen dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan anggrek daerah, bukan hanya sebagai ajang kontes anggrek, tetapi juga sarana konservasi, edukasi dan kampanye pelestarian.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa anggrek bukan sekadar tanaman hias, tetapi bagian penting dari ekosistem hutan Tabalong,” ujarnya.
Bupati pun berharap melalui Tabalong Smart Orchid Festival 2025 ini bisa menjadi media dan titik awal lahirnya semangat baru dalam konservasi serta pengembangan anggrek lokal.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membanggakan,” tutupnya.



