REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Toko Kopi Tcap Abah yang terletak di Pasar Bauntung Banjarbaru menggelar kegiatan solidaritas “Brewing for Charity” untuk membantu korban banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera.
Bahkan, pihaknya menghadirkan dua barista tamu Iza Obob dari Pelatarah Coffee Banjarmasin dan Aze Akbar dari Mandiangin Coffee, yang kemudian seluruh hasil penjualan akan disumbangkan.
Iza Obob menjelaskan, Tcap Abah secara khusus menyajikan biji-biji kopi roastery asal Sumatera, termasuk Gayo.
Yang mana setiap pembelian seharga Rp20 ribu per cup itu akan disumbangkan sepenuhnya untuk korban bencana.
“Kita ingin membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana, meskipun kita tidak bisa ke sana, namun bantuan kecil kita ini diharapkan dapat membantu mereka,” ujarnya, Kamis (4/12/25).
Ia menyebutkan, harga tetap berlaku sama untuk semua jenis kopi, namun pembeli yang ingin membayar lebih tetap dihitung sebagai donasi.
“Dari roastery lokal juga kita hadirkan untuk mendukung donasi ini sehingga jenisnya lebih variatif,” katanya.
Kegiatan itu juga katanya menjadi ajang silaturahmi antarbarista. Antusiasme pengunjung pun tinggi, bahkan datang dari luar Kota Banjarbaru.
“Rame banget, alhamdulillah banyak pengunjung, bahkan bukan dari Banjarbaru aja gitu, ada yang dari Pelaihari, Banjarmasin juga,” ungkapnya.
Hingga siang hari, puluhan cup kopi telah terjual dan siap disalurkan sebagai donasi, dengan harapan kegiatan ini dapat menginspirasi para pelaku industri kopi lainnya.
“Dari mana pun biji kopinya berasal kita bersama-sama berkumpul disini, untuk satu buah gelas tapi kita sama-sama merasakan berbagi, konsepnya hari ini menyeduh dan berbagi,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung dari Landasan Ulin, Septi mengaku datang ke Kopi Tcap Abah ini khusus untuk ikut berdonasi sambil menikmati kopi.
“Ternyata lagi ada charity buat korban banjir di Sumatera kan, jadi semangat banget nih ternyata ada toko kopi yang kayak gini, baru pertama kali juga kayanya beli kopi terus bayarnya jadi donasi,” ungkapnya.
Ia berharap, gerakan tersebut menular ke banyak coffee shop lainnya dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemko).
“Harapan juga untuk Pemerintah supaya cepat ditangani sehingga nggak makin banyak korban bencana lagi,” tutupnya.



