REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Operasi Zebra Intan 2025 di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru resmi berakhir pada 30 November, setelah digelar selama 14 hari sejak 17-30 November Tahun 2025.
Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Zaenuri menyampaikan, pola penindakan selama operasi terdiri dari preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan sisanya represif 20 persen.
“Ada pun dari kegiatan operasi tersebut, untuk kegiatan represif sendiri, kami telah melaksanakan penindakan yang diutamakan yaitu penindakan secara elektronik melalui ETLE,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung, katanya pada ETLE mencatat sebanyak 1.517 pelanggaran, dengan 43 pelanggaran telah terkonfirmasi.
Selain itu petugas juga memberikan 508 kali teguran langsung untuk pelanggaran ringan yang tidak membahayakan. Yang mana angka kecelakaan di tahun ini menunjukkan adanya penurunan.
“Untuk kejadian, menurut dari tahun kemarin menurun, karena hanya satu perkara kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.
Kompol Zaenuri menyampaikan, memang tujuan dari operasi sendiri adalah untukenekan fatalitas ataupun pelanggaran-pelanggaran yang disebabkan kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, capaian tersebut berkat peningkatan kepatuhan dan peran aktif dari masyarakat.
“Ini terlaksana berkat kerjasama dengan seluruh masyarakat, komunitas-komunitas pengguna jalan, kendaraan bermotor. Sudah banyak peningkatan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan-aturan lintas,” tuturnya.
Terkait jenis pelanggaran, ia memaparkan temuan terbanyak dari termonitor di ETLE adalah penggunaan seatbelt yang tidak dipakai pada saat mengendarai.
“Di samping itu juga ada yang menggunakan handphone pada saat mengendarai mobil,” katanya.
Sementara untuk sepeda motor, pelanggaran juga masih dominan, ada yang tidak memakai helm, bahkan bonceng tiga.
“Mungkin kalau untuk di bawah umur tidak bisa terkonfirmasi karena datanya melalui headline. Tapi yang ada terkonfirmasi ini sebelum ada ditemukan di bawah umur,” jelasnya.
Meski demikian, Kompol Zaenuri berharap, kepatuhan berlalu lintas dapat menjadi kebiasaan sehari-hari warga.
“Harapannya masyarakat secara sadar mematuhi aturan lalu lintas, mulai dari kita sendiri, keluarga dan masyarakat,” tutupnya.



