REDAKSI8.COM, TABALONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tabalong menggelar pelatihan keterampilan bagi perempuan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan produktivitas peserta.
Pelatihan yang diikuti 140 perempuan dari berbagai desa dan kelurahan se-Tabalong secara resmi dibuka Sekda Tabalong, Hj Hamida Munawarah, di Gedung Saraba Kawa, Kelurahan Tanjung, Rabu (27/08/2025).
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tabalong, Nur Dewi Juliantini, perwakilan perusahaan, camat, dan kepala desa.
Kepala DP3AP2KB Tabalong, Ach Rahadian Noor, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, sekaligus membangun jaringan antar pelaku usaha perempuan.
“Pelatihan ini membantu perempuan mengakses peluang ekonomi lebih besar, berpartisipasi dalam pembangunan, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Peserta dibagi menjadi tujuh angkatan yang akan mengikuti pelatihan secara bergilir di berbagai lokasi, mulai dari Kelurahan Belimbing hingga Desa Masukau.
Materi yang diberikan mencakup pembuatan batik, olahan frozen food, aneka kue berbahan lokal, serta kue tradisional atau kue basah.
Ach Rahadian menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong untuk mencetak 15 ribu tenaga terampil, serta mendukung hak-hak dasar perempuan melalui pelatihan keterampilan, kewirausahaan, dan kepemimpinan.
Berikut jadwal pelaksanaan pelatihan:
- Angkatan 1: Kelurahan Belimbing, 28–30 Agustus 2025
- Angkatan 2: Desa Pangelak, 01–03 September 2025
- Angkatan 3: Desa Muara Uya, 08–09 September 2025
- Angkatan 4: Aula Kecamatan Banua Lawas, 10–11 September 2025
- Angkatan 5: Desa Karangan Putih, 15 September & Desa Sei Pimping, 16 September 2025
- Angkatan 6: Desa Bintang Ara, 17–18 September 2025
- Angkatan 7: Desa Masukau, 22–23 September 2025
Pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi bagi perempuan di Tabalong untuk membuka usaha, mengembangkan keterampilan, dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan ekonomi lokal.
Jika mau, saya bisa buat versi lebih ringkas dan tajam dengan menekankan dampak ekonomi langsung bagi peserta dan peluang usaha yang bisa dikembangkan. Apakah mau dicoba dibuat versi itu juga?



