REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengambil langkah cepat memperketat pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja sesuai standar keamanan pangan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi kejadian luar biasa (KLB) agar program berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran.
Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar pada Rabu (22/10/25), seluruh pemangku kepentingan dari Dinas Kesehatan, sekolah penerima manfaat, hingga anggota Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilibatkan untuk memperkuat sistem pengawasan program MBG.
Bahkan, dihadirkan Narasumber dari BPOM dan Tim Gerak Cepat (TGC) dari Kementerian Kesehatan.o\]
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG di Kota Banjarbaru, Citra Nurfitriani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ajang pembelajaran menyeluruh untuk memperkuat sistem dari hulu ke hilir.
“Yang kami dapatkan itu banyak pengetahuan ya, mulai dari pengaturan suhu makanan, dari awal barang datang sampai barang dikeluarkan lagi,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (23/10/25).
Ia mengungkapkan, pihaknya diminta berperan aktif dalam pengawasan di lapangan.
Dengan begitu, jika ditemukan makanan basi atau indikasi KLB, maka sudah memahami langkah koordinasi yang harus ditempuh.
Penanganan pun dapat dilakukan secara cepat dan terarah melalui jalur koordinasi resmi.
“Memang dikasih tahu caranya kalau terjadi kami harus kemana dan harus koordinasi,” katanya.
Citra menuturkan, sejumlah langkah telah disusun untuk memastikan keamanan pangan di setiap dapur MBG, mulai dari peningkatan disiplin juru masak, sterilisasi peralatan, perbaikan sanitasi, hingga evaluasi kualitas air dan sistem pembuangan limbah.
“Yang pertama pastinya semua penjamah makanan atau relawan, termasuk kami juga yang bersentuhanan langsung dengan makanan itu harus pakai APD yang pertama,” ungkapnya.
Salain itu katanya kedisiplinan menjalankan standar operasional menjadi kunci utama agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Terus juga menerapkan SOP secara ketat. Kemudian juga menjaga kebersihan lingkungan,” tuntasnya.



