REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar terus berupaya meningkatkan kualitas perencanaan dan evaluasi pembangunan pertanian melalui penguatan sistem digital. Salah satunya dengan menggelar Koordinasi Updating Data Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) di Aula Distan Banjar, Senin (6/9/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Retno Sri Murwani, didampingi Kasi Kelembagaan Petani, Dwi Retnani, serta dihadiri Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian, Koordinator Jabatan Fungsional (KJF), Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP), dan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Banjar.
Retno Sri Murwani dalam sambutannya menjelaskan, SIMLUHTAN memiliki peran strategis dalam pengumpulan dan penyajian data kelembagaan petani, yang menjadi dasar pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan pembangunan sektor pertanian di daerah.
“Sistem ini tidak hanya mencatat data kelompok tani, tetapi juga menjadi acuan penting dalam menyalurkan berbagai program dan bantuan pemerintah secara tepat sasaran. Karena itu, akurasi dan pembaruan data menjadi kunci utama,” ujarnya.
Kegiatan koordinasi ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan keseragaman pemahaman antara admin SIMLUHTAN di tingkat lapangan dan kabupaten, agar data yang diinput mencerminkan kondisi riil di lapangan. Melalui penyamaan persepsi dan bimbingan teknis, diharapkan para penyuluh mampu melakukan verifikasi data dengan cermat, sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian antara data di sistem dan fakta di lapangan.
Sementara itu, Kasi Kelembagaan Petani, Dwi Retnani, dalam paparannya menekankan pentingnya pemutakhiran data kelompok tani secara rutin dan terukur. Data yang akurat, kata Dwi, tidak hanya berfungsi sebagai arsip digital, tetapi juga menjadi dasar penentuan kebijakan bantuan pemerintah seperti pupuk bersubsidi, alat mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan benih unggul.
“Pemutakhiran data SIMLUHTAN adalah langkah penting agar program pemerintah benar-benar menyentuh petani yang berhak. Admin di lapangan harus memastikan setiap kelompok tani terverifikasi dengan baik, baik dari sisi kelembagaan maupun kegiatan usaha taninya,” jelas Dwi.
Selain memberikan pemahaman teknis, kegiatan ini juga membahas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pengelolaan SIMLUHTAN, mulai dari admin kabupaten, koordinator BPP, penyuluh lapangan, kelompok tani hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan).
“Melalui koordinasi ini, kami ingin meningkatkan kemampuan para admin dan penyuluh dalam mengelola data digital kelembagaan petani. Target kita adalah memiliki basis data SIMLUHTAN yang akurat, mutakhir, dan dapat diakses secara real time sebagai landasan pembangunan pertanian Kabupaten Banjar,” pungkasnya.
Dengan adanya koordinasi dan pembaruan data SIMLUHTAN ini, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar berharap ke depan seluruh program bantuan dan kegiatan penyuluhan dapat lebih tepat sasaran, efisien, serta mampu mendorong kemajuan petani dan kelembagaannya di tingkat desa.
Tingkatkan Kompetensi SDM, PT AM Bersujud Gelar Bimtek Operator IPA
REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU — PT Air Minum (AM) Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu terus berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan air bersih kepada...



