Sebagai langkah awal, panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi persiapan di aula DKPP Kabupaten Banjar pada Rabu (17/9/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DKPP Kabupaten Banjar Sipliasyah Hartani, didampingi Ketua Panitia Siti Hodizah, serta dihadiri perwakilan TP PKK, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, hingga sejumlah stakeholder terkait.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara rinci mengenai teknis pelaksanaan lomba, mulai dari penentuan jadwal kegiatan, kesiapan lokasi, penyediaan sarana dan prasarana, hingga mekanisme penilaian lomba yang akan dilakukan oleh dewan juri independen. Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya koordinasi antar instansi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana.
Kepala DKPP, Sipliansyah Hartani, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. “Festival ini kami gelar sebagai sarana mengedukasi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah pangan lokal, memperluas pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan sehat, sekaligus melestarikan kuliner tradisional Banjar sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya daerah,” ucapnya.
Dari hasil rapat, diputuskan bahwa setiap kecamatan di Kabupaten Banjar wajib mengirimkan perwakilan peserta pada masing-masing lomba. Dengan begitu, diharapkan akan muncul aneka kreasi masakan inovatif yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan bernilai gizi tinggi.
Festival Pangan Lokal Tahun 2025 ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong masyarakat semakin mencintai produk pangan lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. “Kami berharap melalui kegiatan ini, akan lahir menu-menu baru berbahan dasar ikan dan pangan lokal yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan daerah, bahkan bernilai ekonomi bagi masyarakat,” tambah Sipliansyah.
Selain itu, keterlibatan TP PKK, UMKM kuliner, dan berbagai komunitas pecinta masakan tradisional Banjar juga diharapkan mampu meramaikan suasana festival. Dengan adanya lomba kuliner tradisional, makanan khas Banjar seperti haruan masak habang, kue bingka, hingga gangan asam, diperkirakan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Pada akhirnya, Festival Pangan Lokal 2025 di Kabupaten Banjar tidak hanya sekadar ajang perlombaan, melainkan juga wadah silaturahmi, promosi kuliner lokal, sekaligus sarana memperkuat budaya makan sehat berbasis pangan lokal.



