REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ditengah kondisi ramainya aksi demonstrasi yang terjadi di Banjarmasin, membuat aktivitas belajar mengajar disejumlah sekolah di Kota Banjarbaru terpaksa harus melaksanakan pembelajaran secara mandiri di rumah.
Intruksi pembelajaran jarak jauh itu diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, sebab adanya kekhawatiran orang tua murid akan titik-titik rawan demonstrasi yang kabarnya juga terjadi di Kota Banjarbaru.
Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang berada di tepi jalan raya atau Jalan Ahmad Yani, seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin yang berbatasan langsung dengan Mako Brimob Polda Kalsel dan Denzipur.
Saat di konfirmasi, Kepala SDN 1 Guntung Manggis, Waluyo Agus Widodo mengatakan, sebanyak 337 murid telah diinstruksikan belajar dari rumah dengan diberikan tugas oleh masing-masing gurunya.
“Dari Dinas Pendidikan mengintruksikan kemarin malam karena memang dikhawatirkan ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (1/9/25).
Ia menyebutkan, banyak pesan masuk yang diterima oleh pihak sekolah mengenai kekhawatiran orang tua terkait beredarnya informasi demonstrasi yang mungkin akan terjadi di sejumlah titik di Kota Banjarbaru.
“Jadi anak-anak hari ini khususnya sekolah kita belajar daring dari rumah dengan guru-guru yang memberikan tugas mungkin dari Whatsapp dan platform lainnya,” ucapnya.
Kendati demikian, katanya intruksi yang diberikan itu khusus untuk sekolah-sekolah yang berada dekat dengan tepi jalan raya ataupun lokasi yang menjadi rute pendemonstrasi.
“Ke kami intruksinya sekolah yang dekat dengan tepi jalan raya juga dekat dengan lokasi-lokasi yang sekiranya dikhawatirkan terjadi demo,” katanya.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah bilamana situasi tidak kondusif terjadi di sekitar sekolah yang membahayakan para pelajar akibat dari unjuk rasa itu.
“Jadi tidak semuanya libur, dikembalikan ke sekolah masing-masing, jika nanti ada suasana kondisi yang kurang kondusif maka sekolah juga bisa memulangkan lebih awal,” jelasnya.
Sementara, untuk para guru-guru akan tetap datang ke sekolah seperti biasanya melakukan absen. Sambil melihat situasi pasca unjuk rasa hari ini.
“Hari ini saja belum ada intruksi, untuk ke depanya akan kami pantau perkembangannya,” tuntasnya.



