REDAKSI8.COM, BANJAR – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banjar mengukuhkan era baru kepemimpinannya. Pada Selasa (19/8/2025), bertempat di Mahligai Sultan Adam, Bupati Kabupaten Banjar H. Saidi Mansyur secara langsung mengukuhkan Ketua Dekranasda, dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030 oleh Hj. Nurgita Tiyas selaku Ketua Dekranasda.
Pengukuhan ini ditandai dengan penyematan pin kepada Ketua Harian Dekranasda yang baru, menandai dimulainya babak baru dalam upaya memajukan kerajinan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Bupati Saidi Mansyur menyampaikan harapan besar agar kepengurusan yang baru ini dapat membawa perubahan positif. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami mengucapkan selamat. Semoga pelantikan ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi para pengrajin, serta mendorong pelestarian budaya bangsa melalui produk-produk lokal,” ujar Bupati.
Ketua Dekranasda, Hj. Nurgita Tiyas, dengan tegas menyatakan bahwa Dekranasda lebih dari sekadar organisasi. “Ini adalah wadah nyata bagi siapa pun yang ingin mengembangkan usaha di bidang ekonomi kreatif,” tegasnya.
Ia mengungkapkan fokus utama Dekranasda adalah membantu UMKM menjadi lebih mandiri, berinteraksi, dan berinovasi, khususnya pada sembilan produk unggulan Kabupaten Banjar. “Dekranasda harus menjadi penggerak ekonomi lokal yang membuka lapangan kerja baru dan mendukung visi misi pembangunan daerah,” tambahnya.
Dekranasda Banjar juga menunjukkan langkah strategis dengan memperkuat kolaborasi bersama sektor swasta. Sejauh ini, mereka telah menjalin kemitraan dengan ritel modern ternama seperti PT Indomarco dan Alfamart untuk menyediakan rak khusus bagi produk-produk UMKM binaan mereka.
Dalam upaya memperluas pasar, Dekranasda Banjar bahkan sudah bekerja sama dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Perizinan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi produk frozen food berbahan dasar ikan gabus, seperti nugget, pentol, dan gohyong, agar bisa dipasarkan di gerai ritel.
“Saat ini, pemasarannya memang masih terbatas di Kalimantan Selatan, tapi kami berharap ke depan bisa memperluas pasar hingga lintas provinsi,” harap Nurgita Tiyas.
Acara bersejarah ini turut disaksikan oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Masrofah, jajaran Forkopimda, kepala SKPD, serta direktur perusahaan daerah. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan kunjungan ke Gedung Dekranasda Kabupaten Banjar.
Berikut adalah sembilan produk unggulan dari Kabupaten Banjar yang sering dipromosikan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan menjadi ciri khas daerah tersebut:
- Sasirangan: Kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang memiliki motif unik dan dibuat dengan teknik pewarnaan ikat celup.
- Kerajinan Purun: Produk kerajinan tangan dari anyaman purun, sejenis tumbuhan rawa, yang diolah menjadi berbagai barang fungsional seperti tas, topi, tikar, dan dompet.
- Kerajinan Kayu Ulin: Pemanfaatan kayu ulin atau kayu besi yang terkenal kuat dan tahan lama, diubah menjadi patung, miniatur, perabot rumah tangga, dan suvenir.
- Bordir: Kerajinan sulaman atau bordir dengan motif khas Banjar yang diaplikasikan pada kain, pakaian, atau aksesoris.
- Produk Batu Permata: Kabupaten Banjar, khususnya di Martapura, dikenal sebagai pusat pengolahan batu permata, seperti intan, safir, dan batu mulia lainnya.
- Kuliner Khas: Berbagai makanan dan minuman tradisional Banjar, termasuk kue-kue basah dan camilan khas daerah.
- Produk Pertanian: Komoditas pertanian unggulan seperti buah-buahan lokal (durian, jeruk siam, pisang) dan hasil perkebunan.
- Produk Perikanan: Olahan makanan dari hasil perikanan, seperti ikan gabus yang dibuat menjadi produk olahan seperti nugget, pentol, dan gohyong.
- Kerajinan Logam: Berbagai produk kerajinan dari logam, seperti kuningan, tembaga, dan perak, yang diolah menjadi perhiasan atau dekorasi.



