REDAKSI8.COM, BANJAR – Suasana hangat penuh harapan menyelimuti ruang audiensi Mahligai Sultan Adam, Rabu (9/7/2025) pagi, saat Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Dwi Hartono, bersilaturahmi dengan Bupati Banjar H Saidi Mansyur. Pertemuan ini tak hanya sebagai ajang temu sapa, tetapi juga membuka lembaran kerja sama untuk menyemai semangat baru bagi anak-anak binaan.
Dalam pertemuan tersebut, Dwi Hartono mengungkapkan rencana besar pihaknya dalam menyambut Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, yang akan digelar di Aula dr Sahardjo LPKA Martapura pada Jumat, 25 Juli mendatang. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pemberian remisi kepada anak-anak binaan yang menunjukkan perilaku baik dan perubahan positif selama masa pembinaan.
“Kami mengusulkan 25 dari total 34 anak binaan untuk menerima remisi. Sementara 9 lainnya masih berstatus tahanan sehingga belum memenuhi syarat administratif,” jelas Dwi Hartono.
Tak hanya itu, Kepala LPKA juga berharap kehadiran langsung Bupati Banjar untuk memberikan sambutan dan menyerahkan remisi secara simbolis sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi anak-anak yang tengah menata kembali masa depan mereka.
Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, menyambut antusias rencana tersebut. Didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra H Ikhwansyah, Kepala DKPP Sipliansyah Hartani, serta perwakilan Dinsos P3AP2KB, ia menyatakan dukungan penuh atas kegiatan yang bernuansa pembinaan dan pemulihan psikososial itu.
“Silakan koordinasikan lebih lanjut dengan DKPP dan Dinsos P3AP2KB agar pelaksanaan peringatan berjalan sinergis. Insya Allah, jika tidak ada halangan, saya akan hadir langsung ke LPKA,” tutur Saidi.
Peringatan HAN tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi anak-anak binaan untuk mengukir harapan baru dan bangkit dari masa lalu. Di balik jeruji, mereka bukan hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapat kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa setiap anak punya hak tumbuh, berkembang, dan diterima kembali oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pembinaan dalam memberikan perlindungan serta pendampingan optimal bagi anak-anak berhadapan dengan hukum, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional: “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”
Dalam pertemuan tersebut, Dwi Hartono mengungkapkan rencana besar pihaknya dalam menyambut Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, yang akan digelar di Aula dr Sahardjo LPKA Martapura pada Jumat, 25 Juli mendatang. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pemberian remisi kepada anak-anak binaan yang menunjukkan perilaku baik dan perubahan positif selama masa pembinaan.
“Kami mengusulkan 25 dari total 34 anak binaan untuk menerima remisi. Sementara 9 lainnya masih berstatus tahanan sehingga belum memenuhi syarat administratif,” jelas Dwi Hartono.
Tak hanya itu, Kepala LPKA juga berharap kehadiran langsung Bupati Banjar untuk memberikan sambutan dan menyerahkan remisi secara simbolis sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi anak-anak yang tengah menata kembali masa depan mereka.
Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, menyambut antusias rencana tersebut. Didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra H Ikhwansyah, Kepala DKPP Sipliansyah Hartani, serta perwakilan Dinsos P3AP2KB, ia menyatakan dukungan penuh atas kegiatan yang bernuansa pembinaan dan pemulihan psikososial itu.
“Silakan koordinasikan lebih lanjut dengan DKPP dan Dinsos P3AP2KB agar pelaksanaan peringatan berjalan sinergis. Insya Allah, jika tidak ada halangan, saya akan hadir langsung ke LPKA,” tutur Saidi.
Peringatan HAN tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi anak-anak binaan untuk mengukir harapan baru dan bangkit dari masa lalu. Di balik jeruji, mereka bukan hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapat kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa setiap anak punya hak tumbuh, berkembang, dan diterima kembali oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pembinaan dalam memberikan perlindungan serta pendampingan optimal bagi anak-anak berhadapan dengan hukum, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional: “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”



