Kegiatan ini diikuti oleh 373 peserta, yang terdiri dari kepala sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Banjar. Kehadiran para pimpinan satuan pendidikan ini menjadi bukti nyata antusiasme dan keseriusan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran secara menyeluruh.
Sekretaris Dinas Pendidikan Banjar, Tisnohadi Harimurti, mewakili Kepala Disdik membuka kegiatan dengan menekankan bahwa kesehatan bukan sekadar pelengkap dalam dunia pendidikan, melainkan fondasi utama keberhasilan belajar siswa.
“Sekolah sehat adalah investasi jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang bersih dan sehat akan lebih fokus belajar, lebih bahagia, dan lebih berprestasi. Maka, GSS bukan hanya program, tapi gerakan perubahan budaya di lingkungan pendidikan,” ujar Tisnohadi.
GSS, lanjutnya, merupakan langkah konkret dalam membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Mulai dari kebiasaan mencuci tangan, konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik rutin, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
“Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas intelektual, dan mulia akhlaknya,” tegasnya.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan yang menjelaskan detail tentang konsep Fokus 5 Sehat dalam Gerakan Sekolah Sehat, yang terdiri dari:
1. Sehat Bergizi
2. Sehat Fisik
3. Sehat Imunisasi
4. Sehat Jiwa
5. Sehat Lingkungan
Kelima fokus tersebut saling terintegrasi dan membentuk ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
GSS juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dinas kesehatan, serta orang tua siswa. Disdik Banjar berharap agar hasil sosialisasi ini tidak hanya berhenti di ruangan seminar, tapi dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing sekolah.
“Gerakan ini tidak bisa jalan sendiri. Butuh dukungan dari semua pihak, terutama orang tua dan masyarakat sekitar. Sekolah sehat hanya akan terwujud jika semua bergerak bersama,” tutup Tisnohadi.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan, Gerakan Sekolah Sehat diharapkan menjadi gerakan masif di seluruh sekolah dasar di Kabupaten Banjar, demi menciptakan generasi masa depan yang tangguh dan berkualitas.



