Minggu, 9 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Desa Rawan Pangan Di Kabupaten Banjar Menurun

Az-Zukhairy by Az-Zukhairy
29 November 2024
A A
Desa Rawan Pangan Di Kabupaten Banjar Menurun
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJAR – Desa Rawan Pangan di Kabupaten Banjar sebelumnya sekitar 51 desa pada tahun 2023, dan pada tahun 2024 ini tinggal 19 desa rawan pangan. Sebanyak 32 desa yang saat ini sudah menjadi desa mandiri pangan.

Rawan pangan adalah kondisi suatu daerah, masyarakat atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan tidak cukup untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi Pertumbuhan dan kesehatan sebagian besar masyarakatnya.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan desa rawan pangan, antara lain: Kemiskinan, Kurangnya kesehatan dan pendidikan.

Ketahanan pangan adalah kondisi ketika semua orang dan negara memiliki pangan yang cukup, aman, bermutu, beragam, terjangkau, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.

Desa mandiri pangan adalah desa yang masyarakatnya mampu mewujudkan ketahanan pangan dan gizi. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya setempat secara berkelanjutan.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar Hamdani bahwa Desa awan pangan di Kabupaten Banjar mengalami penurunan sekitar 32 desa.

“Sebelumnya sekitar 51 desa yang rawan pangan pada tahun 2023, pada tahun 2024 ini tinggal 19 desa rawan pangan. Jadi sudah 32 desa yang saat ini sudah menjadi desa mandiri pangan,” tuturnya, Kamis (28/11/2024).

Hamdani menjelaskan bahwa indikator dari menjadi desa mandiri pangan adalah mempunyai luas lahan sawah, Sarana prasarana pangan di desa seperti adanya pasar dan warung. Tingkat ekonomi masyarakat meningkat. Ketersedian air bersih. Akses penghubung pangan di desa ada dan tersedia tenaga kesehatan di desa.

Untuk 19 Desa yang masih dikatakan sebagai desa rawan pangan yakni mereka memiliki lahan tetapi lahan tersebut berada di kawasan hutan lindung dan tentunya ini yang sedikit menghambat perubahan tersebut.

“Alhamdulillah, untuk penilaian desa rawan pangan sedikit dipermudah, tidak seperi tahun tahun sebelumnya seperti akses jalan untuk mengakut bahan pangan, yang terpenting bisa mobilisasi pangan dari desa tersebut,” ungkapnya.

Hamdani meneruskan, bahwa kendala sebelumnya yakni terkait beberapa indikator penilaian sehingga sebelumnya desa rawan pangan lamban untuk menjadi desa mandiri pangan di Kabupaten Banjar.

Dinas Ketahana Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar juga mempunyai Inovasi yang diberi nama Kaka Mapan Kampung Kami Mandiri Pangan). Program ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan produksi pangan seperti beras dan sayur mayur yang juga menjadi kebutuhan.

Berdasarkan data indeks ketahanan pangan di Kabupaten Banjar mengalami kenaikan dan cadangan pangan beras dari pemerintah mengalami kenaikan dari 55 ton menjadi hampir 60 ton serta cadangan pangan  di masyarakat telah tercukupi.

Dengan hasil produksi pangan yang melimpah sehingga hasil pertanian selain untuk kebutuhan sendiri dapat dijual ke luar daerah sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat.

LihatJuga :

Perkuat Layanan Kesehatan Dasar, Bupati Banjar Resmikan Empat Puskesmas Baru dan Revitalisasi

INACRAFT 2026 Meriah, Stan Dekranasda Kabupaten Banjar Curi Perhatian Pengunjung

Kaleidoskop 2025 Kabupaten Banjar: Tahun Percepatan Inovasi, Penguatan Layanan Publik dan Lompatan Pembangunan

Bupati Kabupaten Banjar Lantik H Yudi Andrea sebagai Sekda, Tegaskan Penguatan Koordinasi dan Kinerja Pemerintahan

Indikator keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan di desa terdiri dari 5 aspek, yaitu:

1. Mempunyai lahan sawah:

    • Masyarakat mempunyai lahan yang cukup untuk bercocok tanam seperti menanam padi dan juga sayur mayur.

    2. Ketersediaan pangan di desa:

      • Ketersediaan pangan dari hasil produksi masyarakat Desa;
      • Ketersediaan pangan dari lumbung pangan Desa;
      • Ketersediaan data dan informasi mengenai hasil produksi dan lumbung pangan Desa; dan
      • Ketersediaan Pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis potensi sumber daya lokal.

      3. Keterjangkauan pangan di desa:

        • Kelancaran distribusi dan pemasaran pangan di desa;
        • Ketersediaan bantuan pangan bagi masyarakat miskin, rawan pangan dan gizi, maupun dalam keadaan darurat.
        • Konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal;
        • Konsumsi pangan yang aman, higienis, bermutu, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.

        4. Ketersedia air bersih:

          • Mudahnya mendapatkan air bersih

          5.Tersedianya tenaga Kesehatan Desa:

            • Adanya tenaga kesehatan untuk memudahkan warga melakukan pemeriksaan.
            • Mudahnya waerga mendapatkan kesehatan.

            Share32Tweet20Send

            Related Posts

            Karhutla Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan, Dishut Kalsel Kerahkan Water Bombing

            Karhutla Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan, Dishut Kalsel Kerahkan Water Bombing

            by Irma Dahliana
            9 Agustus 2026

            REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Desa Awang...

            Taksyin Baskoro Soroti Sengketa Lahan Nana, Siap Kawal Hingga RDP

            Taksyin Baskoro Soroti Sengketa Lahan Nana, Siap Kawal Hingga RDP

            by Irma Dahliana
            9 Agustus 2026

            REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Sengketa lahan yang dihadapi Nana (32), warga Jalan Tambak Langsat, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru,...

            Sengketa Lahan Nana Picu Trauma Anak, Emi Lasari Pastikan Pendampingan Psikolog

            Sengketa Lahan Nana Picu Trauma Anak, Emi Lasari Pastikan Pendampingan Psikolog

            by Irma Dahliana
            9 Agustus 2026

            REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Komisi II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru, Emi Lasari, menyiapkan pendampingan psikologis untuk kedua anak...

            Load More

            Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

            © 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

            • Pedoman Media Siber
            • SOP Wartawan
            • Tim Redaksi
            • Beranda
            • Indeks Berita
            • Pemerintahan
              • DPRD Kalimantan Timur
              • DPR RI
              • dprd balangan
              • DPRD banjarbaru
              • DPRD Kalimantan Timur
              • DPRD Kabupaten Banjar
              • DPRD Kabupaten Kotabaru
              • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
              • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
              • DPRD Kapuas
              • Kapuas
              • Kabupaten Balangan
            • Regional
            • Politik
            • Ekonomi
            • Hukum
            • Hobi
            • Kuliner
            • RBU Group
            • Lainnya
              • Bschool
              • Opini
              • Female
              • Laporan Khusus
              • Legislatif
              • Peristiwa
              • Asal-Usul
              • Budaya
              • Environtment
              • Infrastruktur
              • Kesehatan
              • Layanan Publik
              • Pendidikan
              • Perikanan
              • Perkebunan
              • Pertanian
              • Peternakan
              • Religi
              • Sosial
              • Serba-serbi
              • Teknologi
              • Wisata
            • Login
            • Sign Up

            © 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

            Welcome Back!

            Login to your account below

            Forgotten Password? Sign Up

            Create New Account!

            Fill the forms below to register

            All fields are required. Log In

            Retrieve your password

            Please enter your username or email address to reset your password.

            Log In