REDAKSI8.COM – Peran Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan melalui regulasi dan pemberdayaan UMKM, dibahas dalam Seminar Nasional Urgensi Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial, yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Banjarbaru, Senin (20/8/18).
Dalam seminar ini, Prof Dr M Yudhie Haryono PH D dari Tim Khusus BPPT Ceo Nusantara Center menjadi keynote speaker, didampingi Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani.

Seminar ini berkaitan erat dengan salah satu misi Kota Banjarbaru, yaitu memperkuat kemandirian, peningkatan kerjasama investasi, penyediaan prasarana dan sarana perekonomian, peningkatan kelembagaan dan peluang kewirausahaan.
Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menyampaikan, permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM yaitu rendahnya produktivitas, rendahnya kualitas dan keterampilan SDM, keterbatasan akses permodalan, belum memadainya penguasaan teknologi dan menajemen, lemahnya pembentukan jaringan usaha atau kemitraan antara sesama usaha kecil dan usaha menengah, hingga rendahnya kemampuan akses pada sumber-sumber informasi.
”Kita menyadari bahwa agar pertumbuhan ekonomi di kota ini bagus, salah satu caranya dengan meningkatkan iklim berwirausaha yang bagus juga, yaitu dengan memperbanyak pelaku-pelaku usaha,” beber Nadjmi Adhani.

Lebih jauh Nadjmi Adhani menyampaikan, iklim investasi yang bagus akan terbangun manakala ada dukungan dan kebijakan dari pemerintah daerah yang pro investasi, kemudian menyiapkan SDM-nya yang sesuai dengan visi Kota Banjarbaru.
Menurutnya, pembangunan ekonomi ini harus melibatkan pembangunan ekonomi kerakyatan sebagai pilar perekonomian bangsa.
”Yang paling utama adalah membangun rasa kepercayaan diri kepada pelaku UKM maupun UMKM di Banjarbaru, bahwa produknya layak untuk dijual dan mampu diterima masyarakat. Maka dari itu dibentuk Forum Kreatif Banjarbaru (FKB) untuk memecahkan satu persatu permasalahan,” ungkapnya.



