REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memasuki fase penyampaian visi, misi, dan program kerja.
Empat bakal calon rektor memaparkan gagasan mereka dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar di Lecture Theater General Building ULM, Banjarmasin, Rabu (22/7/2026).

Empat bakal calon yang tampil yakni Prof. Ir. Muthia Elma, S.T., M.Sc., Ph.D., Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H., Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., serta Dr. H. Rusmansyah, Drs., M.Pd.
Setiap kandidat diberikan waktu selama 15 menit untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja sesuai nomor urut.
Setelah itu, masing-masing mengikuti sesi pendalaman selama 30 menit dengan menjawab pertanyaan dari dua anggota Senat Universitas dan dua perwakilan unsur umum.
Beragam isu strategis menjadi fokus dalam pemaparan para bakal calon, mulai dari penguatan tata kelola universitas, peningkatan mutu pendidikan dan penelitian, internasionalisasi kampus, hilirisasi riset, hingga pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan daya saing ULM.
Rapat terbuka tersebut dihadiri Ketua Senat ULM Prof. Dr. Ir. Lutfi, M.S., anggota senat, jajaran Ikatan Alumni (IKA) ULM, para dekan, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Senat ULM, Prof. Lutfi, mengapresiasi kualitas empat bakal calon yang dinilai memiliki kapasitas dan gagasan besar untuk membawa Universitas Lambung Mangkurat berkembang lebih baik.
“Proses penjaringan yang dilakukan panitia menurut saya sudah berjalan sangat baik. Empat bakal calon yang tampil hari ini merupakan putra-putra terbaik ULM. Masing-masing memiliki gagasan yang berbeda dengan fokus yang beragam, namun seluruhnya berorientasi pada kemajuan universitas,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan konsep yang ditawarkan justru menjadi nilai positif karena memberikan banyak pilihan strategi bagi pengembangan ULM pada masa mendatang.
“Kita berharap gagasan-gagasan yang telah dipaparkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar dapat diwujudkan. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin ULM tentu harus didukung seluruh sivitas akademika agar program-program tersebut dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Lutfi menegaskan, Senat Universitas memiliki fungsi memberikan pertimbangan akademik, evaluasi, serta pengawasan terhadap kebijakan universitas, bukan sebagai pelaksana program kerja rektor.
Ia mengungkapkan, Senat ULM tengah menyiapkan mekanisme yang memungkinkan anggotanya lebih aktif menyerap aspirasi dari setiap fakultas.
“Ke depan kami ingin anggota senat lebih banyak turun ke fakultas untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi sivitas akademika. Dengan begitu, rekomendasi yang diberikan kepada pimpinan universitas benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan dan dapat ditindaklanjuti lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof. Dr. Ifrani mengatakan, seluruh tahapan pemilihan dilaksanakan sebagai tindak lanjut berakhirnya masa jabatan Rektor ULM periode 2022–2026.
Menurutnya, proses Pilrek telah diawali dengan sosialisasi dan pengumuman pendaftaran bakal calon rektor melalui laman resmi Pilrek ULM serta berbagai media sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Setelah rapat senat terbuka berakhir, proses Pilrek dilanjutkan dengan rapat senat tertutup. Pada tahapan tersebut, anggota senat akan melakukan pemungutan suara untuk menetapkan tiga bakal calon rektor yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya hingga pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat periode 2026–2030.



