REDAKSI8.COM – Bersama dengan rombongan kepala-kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru, Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan mengunjungi Pondok Pesantren Misbahul Munir yang berada di Jalan Golf Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Rabu (18/7/18).
Kedatangan Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Misbahul Munir, Abuya Syeikh Imam Turmudzi Hasyim.


Kunjungan ini juga bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan dialog, antara pengurus ponpes dengan Pemerintah Kota Banjarbaru (SKPD-SKPD), terkait persoalan-persoalan yang ada di ponpes.
Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan kepada Jurnalis Redaksi8.com menyampaikan, ada beberapa hal keperluan sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Misbahul Munir ini yang perlu dibenahi atau ditambah, salah satunya keperluan untuk MCK.
”Seperti yang kita ketahui pondok pesantren perlu sarana MCK yang berkualitas. Insya Allah tahun depan kita realisasikan,” ujar Darmawan Jaya.
Selain keperluan MCK, Penerangan Jalan Umum (PJU) juga tak luput dari perhatian Pemko Banjarbaru. Meskipun di Ponpes Misbahul Munir ini sudah ada penerangan yang dibangun secara swadaya, namun bagi Darmawan Jaya penerangan yang ada masih belum standar.
”Jadi nanti dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Kota Banjarbaru) akan melengkapi PJU yang ada di sini. Kami juga meninjau bangunan-bangunan bantuan dari pemerintah kota dan kementerian agama yang ada di sini,” ungkapnya.
Di samping itu, Darmawan Jaya menambahkan, Baznas Kota Banjarbaru juga membuat sebuah program kerja berupa beasiswa yang ditujukan kepada para santri yang berasal dari keluarga tidak mampu.

”Kami juga menawarkan kepada guru-guru yang mengajar di sini, yang belum mendapatkan insentif sebagai guru agama termasuk kaum, kami minta untuk didaftarkan. Karena ponpes ini kami anggap penting dan strategis,” bebernya.
Menurut Darmawan Jaya, pendidikan bidang keilmuan dan karakter yang dijalani para santri di pondok pesantren, sejalan dengan keinginannya bersama Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, untuk mewujudkan Banjarbaru sebagai kota pelayanan yang berkarakter.
”Alhamdulillah Kota Banjarbaru termasuk yang terbanyak jumlah pondok pesantrennya, ada 17 pondok. Kemudian beberapa waktu lalu Banjarbaru menjadi tempat pertemuan para alim ulama tingkat nasional se Indonesia (itjima). Ini menjadi suatu kebanggaan. Semoga pada saatnya nanti Kota Banjarbaru bisa disebut sebagai Kota Santri dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.



