REDAKSI8.COM, KALSEL – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin meminta masyarakat memahami pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, gangguan pasokan bukan disebabkan kekurangan daya listrik, melainkan proses pemeliharaan dan pembersihan sejumlah pembangkit yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan.
Penjelasan tersebut disampaikan Muhidin usai bertemu General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk DistribusiKalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijino, untuk membahas kondisi kelistrikan yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Muhidin menyampaikan, kapasitas pasokan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan sebenarnya masih mmencukupi
Namun, saat ini sejumlah pembangkit di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur (Kaltim) sedang menjalani pemeliharaan yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik ke jaringan.
“Kemarin kita ketemu dengan Pak Iwan, GM-nya daripada PLN. Pemadaman lampu bergilir saat ini, ini sebenarnya lampu kita antara Kalteng dan Kaltim ini mencukupi. Sebenarnya Kaltim sendiri pun mencukupi seluruhnya,” ujarnya, Senin (6/7/26).
Ia menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan tersebut dilakukan pada pembangkit yang menggunakan teknologi tenaga gas dan uap, maka sementara waktu memengaruhi keandalan sistem kelistrikan.
“Saat ini semua peralatan sedang pembersihan. Baik itu di Kalteng, yang menggunakan Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), dan sebagian juga di Kaltim ada pembersihan. Jadi saat ini pasokan listrik untuk kita berkurang,” katanya.
Selain faktor pemeliharaan pembangkit, musim kemarau juga menyebabkan debit air di Waduk Riam Kanan menurun sehingga berdampak pada produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Meski demikian, pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam masih beroperasi normal dan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.
“Kemungkinan pas ini kemarau, sama seperti Riam Kanan tadi kan pembersihan saluran, sedangkan ini pembersihan daripada peralatan ataupun mesin-mesin yang ada di Kalteng maupun di Kaltim,” jelasnya.
Muhidin mengimbau kepada masyarakat dapat bersabar karena proses pemeliharaan ditargetkan akan segera selesai dalam waktu dekat agar sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan bisa kembali normal 100 persen.
“Jadi saat ini kepada masyarakat, tolong artinya dipahami. Saat ini mungkin ya paling tidak beberapa hari lagi kan normal, ini akan pembersihan, mudah-mudahan ini cepat pembersihannya,” pungkasnya.



