REDAKSI8.COM, BANJARBARU – BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mencatat sebanyak 776 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (22/8/26).
Kondisi tersebut diperparah minimnya potensi hujan dan tingkat kemudahan terbakar lahan yang masih berada pada kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalsel.


Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, melalui Prakirawan Utari Randiana mengatakan, sebaran asap dari karhutla juga meluas hingga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Sedangkan di Kalsel, asap terutama terpantau di wilayah bagian barat dan utara.
“Arah angin di wilayah Kalsel umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 5 sampai 15 knot,” ujarnya saat mengikuti rapat harian Satgas Udara Karhutla Kalsel di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor Banjarbaru, Sabtu (22/8/26).
Ia menjelaskan, asap mulai terdeteksi sejak sekitar pukul 02.00 Wita dan berdampak pada jarak pandang di sejumlah wilayah.
Kemudian pada pukul 07.00 Wita, jarak pandang tercatat berada pada kisaran 3.500 hingga 200 meter.
Dari ratusan hotspot tersebut, titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Tanah Laut.
Dalam 24 jam terakhir, BMKG hanya mencatat curah hujan sebesar 6 milimeter di wilayah Tabalong berdasarkan pengamatan ARG Jaro.
Sementara prakiraan curah hujan untuk 22 Agustus masih menunjukkan kondisi nihil.
Selain itu, potensi pertumbuhan awan hujan juga masih berada di bawah 50 persen. Tidak terdapat potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB), sehingga hujan diperkirakan belum turun secara merata di wilayah Kalsel.
“Untuk tingkat kemudahan terbakar lahan hari ini dan besok masih berada pada kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Kondisi cuaca pada hari Sabtu diprakirakan umumnya cerah berawan hingga berpotensi asap atau udara kabur pada malam hingga dini hari.
Potensi hujan lokal ringan baru mulai muncul pada 23 Agustus, terutama di wilayah timur dan selatan Kalsel.
Khusus kawasan Bandara Syamsudin Noor, angin diprakirakan bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan rata-rata 7 knot, dan diperkirakan potensi asap kembali muncul pada dini hari.
“Kondisi kering diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Curah hujan September diprakirakan berada pada kategori sangat rendah hingga rendah, sebelum mulai meningkat pada Oktober di wilayah utara Kalsel,” tutupnya.
Memasuki November, curah hujan kategori menengah diprakirakan mulai meluas.
Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan dan upaya pencegahan karhutla masih perlu diperkuat dalam beberapa pekan mendatang.



