Jumat, 3 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

2 Kali Dihimbau Tapi Tak Diindahkan, Ini Akibatnya

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
14 Oktober 2019
A A
2 Kali Dihimbau Tapi Tak Diindahkan, Ini Akibatnya
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Beberapa hari ini para petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di sepanjang aliran Sungai Riam Kanan, Kecamatan Karang Intan digegerkan dengan banyaknya ikan yang mati.

Dari total keseluruhan selama musim kemarau ini, menurut kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar, Riza Dauly, diperkirakan ikan yang mati berjumlah hampir satu ton.

“Tim kami sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, sebab kematian diduga karena banyaknya bakteri dan penurunan kualitas air,” duga pria yang akrab disapa Dauly.

Kabid Perikanan Budidaya Diskan Banjar, Agus Suprantio (Kiri) dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly (kanan). Poto : Rizky

“kurang lebih sebanyak 1 ton ikan siap panen di Desa Sungai Asam dan Desa Sungai Alang mati,” sambungnya kepada redaksi8.com, Senin Siang (14/10).

LihatJuga :

Prakiraan Cuaca BMKG Februari 2023 Wilayah Kalsel, Apakah Akan Ada El Nino?

Bupati Banjar Apresiasi Kodim 1006 Banjar Kembangkan Perikanan Dan Pertanian

Dinas Perikanan Kabupaten Banjar Dukung Petani Ikan Barokah

Pemerintah Kabupaten Banjar Lakukan Pembudidayaan Ikan Papuyu

Kadar oksigen di lokasi menurut Dauly hanya 1,4 saja, sementara kadar oksigen yang dibutuhkan ikan harus diatas 4, ditambah PH airnya pun lanjutnya asam.

Tim dari Dinas Perikanan Kabupaten Banjar melakukan pengambilan kualitas air pada KJA di Sungai Alang, Senin Siang (14/10). Poto : Ist

“Kami sendiri sudah melakukan himbauan kepada pembudidaya ikan sebanyak 2 kali, agar segera melakukan panen jika sudah masuk masa panen dan mengurangi penebaran bibit demi meminimalisir kerugian mereka,” ungkap Dauly.

Di keramba sendiri lebih jauh, pihaknya menemukan KJA dengan tiga tingkat, paling bawah isinya ikan-ikan siap panen, ditengah yang ukuran sedang dan diatas ukuran kecil.

“Inilah salah satu penyebab banyaknya ikan yang mati. kuota ikan yang diisi melebihi volume KJA itu sendiri,” cetusnya.

Debit air sungai Riam Kanan yang berkurang beberapa waktu belakangan ini, tambah Dauly, lantaran musim kemarau dan pembatasan buangan air.

“Saat ini air yang ada di aliran sungai Riam Kanan dialihkan ke irigasi Riam Kanan, yang bertujuan untuk pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Kalhutla),” bebernya.

Sementara untuk ribuan ekor ikan yang mati, menurut Kabid Perikanan Budidaya Diskan Banjar, Agus Suprantio, pihaknya sudah meminta agar petani dapat segera mengangkat ikan yang telah mati. Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri berkembang dan menyebabkan kematian ikan di bagian hilir.

Dinas Perikanan Kabupaten Banjar tengah Sosialisasi sekaligus mendengarkan keluh kesah para petani ikan. Poto : Ist

“Ikan yang mati itu harus secepatnya diangkat dan dikubur, supaya baunya menyengatnya tidak kemana – mana,” terang Agus.

Menelisik hal tersebut, tentu saja tidak lepas hubungannya dengan musim kemarau yang cukup Panjang ini. Prakirawan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Yusuf Luky. DP, menerangkan, berdasarkan prakiraan pihkanya, musim kemarau akan berakhir pada minggu ketiga di bulan Oktober. Kemungkinan terburuk lanjutnya, diprakirakan hujan akan terjadi pada akhir bulan November.

“Secara ilmiah, mulai tanggal 10 Oktober kemarin hingga sekarang, angin yang berhembus dari arah tenggara ke Indonesia sangat sedikit memiliki kandungan air. Hal itulah yang menyebabkan lamanya turun hujan di wilayah kita,” paparnya kepada Reporter ini.

Share44Tweet22Send

Related Posts

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Koordinasi Lintas Instansi Tindak Lanjuti Keluhan Peternak Telur

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Koordinasi Lintas Instansi Tindak Lanjuti Keluhan Peternak Telur

by Irma Dahliana
2 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan mitigasi dan koordinasi lintas instansi sebagai tindak lanjut...

Pinsar Kalsel Usulkan Harga Acuan Telur Dibedakan per Zona, Sesuaikan Biaya Produksi Daerah

Pinsar Kalsel Usulkan Harga Acuan Telur Dibedakan per Zona, Sesuaikan Biaya Produksi Daerah

by Irma Dahliana
2 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengusulkan agar Pemerintah menetapkan harga acuan telur ayam...

Pekan Cinta Museum 2026 Digelar, Museum Lambung Mangkurat Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Banua

Pekan Cinta Museum 2026 Digelar, Museum Lambung Mangkurat Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Banua

by Irma Dahliana
2 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat kembali menggelar Pekan Cinta Museum 2026 yang berlangsung mulai...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In