Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh seorang pencari burung yang tak sengaja melihat sosok tubuh manusia dalam posisi telungkup di aliran sungai yang cukup curam. Ia langsung berteriak meminta pertolongan, sontak mengundang kerumunan warga setempat.
“Jam dua siang ada yang teriak bilang lihat mayat, pas warga keluar ternyata benar, posisinya sudah tak bergerak di sungai,” cerita Sulaihah, warga setempat yang mengaku mengenal korban sebagai tetangganya.
Korban diketahui hanya mengenakan celana pendek. Di dekat tubuhnya ditemukan gayung, sikat gigi, dan odol—diduga perlengkapan mandi milik korban. Sungai tempat korban ditemukan pun hanya memiliki kedalaman sekitar sejengkal.
Tim Inafis dari Polres Banjarbaru yang turun ke lokasi memastikan korban sudah meninggal dunia saat ditemukan. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, meski darah terlihat mengalir dari hidung, mulut, dan telinganya.
“Dari olah TKP, kuat dugaan korban meninggal karena sakit. Di tubuhnya tidak ditemukan luka kekerasan,” ungkap Aipda Aulia Rahman, Kaur Inafis Polres Banjarbaru.
Penyelidikan pun dilanjutkan ke rumah korban yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian. Di sana, polisi menemukan sejumlah obat-obatan, rokok, dan tembakau. Menurut keterangan warga sekitar, korban dikenal sebagai perokok berat dan dalam dua hari terakhir terlihat lemas serta enggan makan.
“Bahkan sempat beberapa kali ke warung hanya untuk beli obat, bisa 4 sampai 5 kali sehari,” tambah Aipda Aulia.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui secara pasti. Tak ditemukan KTP ataupun dokumen lain baik di lokasi kejadian maupun di dalam rumahnya. Polisi kini tengah berusaha menghubungi keluarga korban yang diduga berada di Jakarta.
“Perkiraan usia korban sekitar 50 sampai 60 tahun. Saat ini jenazah telah dievakuasi dan kami terus menelusuri identitas lengkapnya,” tutup Aulia.



