REDAKSI8.COM – Isu gerakan ‘People Power’ yang rencananya digelar saat pengumuman hasil Pemilihan Presiden oleh KPU RI tanggal 22 Mei 2019 ini, mendapat tanggapan dari Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan salah seorang ulama di Banjarbaru.
Usai acara buka puasa bersama para ulama dan Forkopimda di Aula Gawi Sabarataan Banjarbaru, Senin (20/5), Nadjmi Adhani menyampaikan, selain untuk memperkokoh ikatan antara ulama dan umara, momen berbuka puasa bersama ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyejukkan suasana di Banjarbaru, khususnya Kalimantan Selatan.
“Kita ingin memberikan contoh, himbauan kepada masyarakat Kota Banjarbaru agar ‘cooling down’, menyejukkan diri di bulan yang suci ini. Mudah-mudahan Banjarbaru akan menjadi contoh mendinginkan suasana,” beber Nadjmi Adhani.

Terpisah, Ketua Umum Yayasan Ponpes Al Falah Banjarbaru KH Nur Syahid Ramli berharap, warga Kota Banjarbaru dapat menahan diri agar tidak terlibat dalam gerakan People Power tersebut.
“Saya juga berharap agar orang-orang yang memimpin people power itu, Allah SWT berikan petunjuk agar jangan memprovokasi, jangan melakukan hal-hal yang akan menghancurkan negeri ini,” ungkap KH Nur Syahid Ramli.
Jika memang nantinya terjadi demo besar-besaran, ia khawatir gerakan people power itu ‘dimasuki’ oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan situasi di Indonesia.
“Maka saya berdoa kepada Allah, saya meminta kepada para pucuk pimpinan, sejuklah, dinginlah lihat keputusan KPU. Kalau mereka (KPU) berlaku curang maka kita bisa laporkan kepada Mahkamah Konstitusi, itu yang harus dilakukan,” ucapnya.
Jika memvonis KPU itu curang, merekayasa dan sebagainya kata KH Nur Syahid Ramli, itu sebenarnya hanya nafsu belaka daripada manusia.
“Mudah-mudahan ini tidak terjadi, negeri kita ini damai, dingin. Mudah-mudahan pada tanggal 22 Mei nanti insyaallah tidak terjadi apa-apa. Aamiin,” ucapnya.



