REDAKSI8.COM, JAKARTA – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengambil peran strategis dalam peta jalan kedaulatan pangan Indonesia dengan menjalin kemitraan lintas sektoral bersama pemerintah dan lembaga riset nasional
Langkah besar tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara ULM dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Kerja sama itu menempatkan ULM sebagai satu dari 18 perguruan tinggi terpilih yang dipercaya menjadi motor penggerak riset dan hilirisasi sektor pertanian.
Fokus utamanya bukan sekadar menanam, melainkan membangun ekosistem pertanian berbasis sains yang mampu menjawab tantangan swasembada pangan berkelanjutan.
Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, menegaskan, keterlibatan kampus merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam mengawal agenda strategis negara.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi jembatan agar hasil riset di laboratorium tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan menjelma menjadi inovasi yang meningkatkan produktivitas petani di lapangan.
“Sebagai langkah konkret dari kesepakatan inj, ULM telah menyiapkan program pengembangan lahan seluas 100 hektare yang dikhususkan bagi komoditas jagung dan kopi,” ujarnya.
Proyek itu tidak hanya dirancang untuk meningkatkan angka produksi nasional, tetapi juga menjadi pusat inovasi hilirisasi supaya komoditas yang dihasilkan memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi sebelum dipasarkan.
Prof. Ahmad berharap kolaborasi besar ini mampu melahirkan sistem pangan yang lebih tangguh dan modern.
“Dengan dukungan dari Kemendiktisaintek dan BRIN, ULM optimis peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat melalui kedaulatan pangan yang berbasis pada riset mendalam,” tandasnya.



