REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kota Banjarbaru masih menghadapi tantangan besar.
Hingga pertengahan Juli 2026, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan ini baru menyentuh angka 54.508 jiwa atau sekitar 19,18 persen dari total penduduk. Padahal, Pemerintah Kota Banjarbaru membidik target 131.417 jiwa atau 46 persen populasi pada tahun ini.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tahun 2026 di Aula K.H. Irsyad Djahri, Kantor Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).
Langkah itu diambil untuk mengevaluasi hambatan di lapangan sekaligus merumuskan strategi percepatan agar target capaian dapat dikejar secara maksimal.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru secara resmi membuka jalannya pertemuan evaluasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan Sekda yang menekankan pentingnya penyamaan langkah dan penguatan kerja sama lintas sektor agar manfaat program pencegahan penyakit ini dapat menjangkau warga secara lebih luas.
Rizana menggarisbawahi bahwa capaian yang belum genap separuh dari target tersebut menandakan masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bergotong royong.
Pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan momentum evaluasi ini untuk bertukar gagasan dan menyusun aksi nyata di lapangan.
“Pemeriksaan Kesehatan Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif,” ucapnya saat membacakan sambutan Sekda.
Melalui program ini, masyarakat sejatinya diberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga potensi faktor risiko maupun deteksi penyakit dapat ditangani jauh lebih cepat sebelum memburuk.
Guna mengejar sisa target ratusan ribu warga yang belum diperiksa, Pemko Banjarbaru mendorong dinas terkait dan para pemangku wilayah untuk memperluas jangkauan sosialisasi serta menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan pemukiman warga.
“Mari kita perkuat sosialisasi, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan dimulai dari kemauan untuk memeriksakan diri secara berkala,” ajaknya.
Pemerintah Kota Banjarbaru berharap koordinasi intensif ini mampu melahirkan rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang konkret.
Langkah perbaikan tersebut diharapkan dapat memicu partisipasi aktif masyarakat, sehingga pelaksanaan program PKG berlangsung semakin efektif dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan warga Kota Banjarbaru.



