REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Bersujud untuk menggalakkan gerakan sosial berbasis lingkungan bertajuk “Sedekah Sampah Bersujud”.
Program inovatif ini mengajak seluruh lapisan masyarakat setempat untuk mengubah persepsi terhadap sampah dari barang yang tidak berguna menjadi sumber bantuan sosial bagi sesama.
Program yang dipusatkan di Kantor Desa Bersujud ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap hari Jumat.
Masyarakat diimbau untuk membawa dan mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual, seperti botol dan gelas plastik bekas, kardus, kertas, kaleng, besi, aluminium, serta limbah daur ulang lainnya.
Seluruh sampah yang terkumpul akan dijual kembali kepada pengepul. Hasil penjualan tersebut nantinya dikelola secara transparan oleh UPZ Desa Bersujud untuk disalurkan dalam bentuk dana bantuan sosial kepada masyarakat miskin (mustahiq), lansia, anak yatim/piatu, serta warga yang terkena musibah.
Kepala Desa Bersujud, Jumriadi, menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang untuk menyelesaikan dua persoalan sekaligus, yakni kebersihan lingkungan dan kesejahteraan sosial.
“Selama ini sampah sering kali kita anggap sebagai sesuatu yang tidak berguna. Padahal, apabila kita pilah dan kumpulkan dengan baik, sebagian sampah masih mempunyai nilai ekonomi. Melalui program ini, kita ingin mengubah sampah menjadi berkah, barang bekas menjadi manfaat, dan kepedulian masyarakat menjadi bantuan sosial,” ujar Jumriadi, Kamis (3/9/2026).
Jumriadi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar urusan pembuangan limbah, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menumbuhkan rasa kepedulian antarsesama warga Desa Bersujud.
“Satu botol yang kita sumbangkan mungkin nilainya kecil. Satu kilogram kardus mungkin nilainya tidak seberapa. Tetapi apabila seluruh masyarakat Desa Bersujud ikut berpartisipasi, sedikit demi sedikit akan terkumpul dan insyaallah menjadi sesuatu yang besar manfaatnya. Mari kita mulai dari rumah kita masing-masing. Pilah sampahnya, kumpulkan, sumbangkan, dan insyaallah menjadi berkah bagi sesama,” pungkasnya.
Dengan slogan utama “Sampahmu Berkah untuk Sesama” dan ajakan “Jangan Buang Sampahmu, Sedekahkan Nilainya!”, Pemdes Bersujud berharap seluruh unsur masyarakat mulai dari tingkat RT, sekolah, pelaku UMKM, hingga organisasi kepemudaan dapat bersinergi menjaga keberlanjutan program ini.
Melalui sinergi antara pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan zakat/sedekah, Desa Bersujud di Kecamatan Simpang Empat ini berambisi menjadi percontohan desa mandiri yang bersih, peduli, dan berdaya secara sosial.
Program inovatif ini mengajak seluruh lapisan masyarakat setempat untuk mengubah persepsi terhadap sampah dari barang yang tidak berguna menjadi sumber bantuan sosial bagi sesama.
Program yang dipusatkan di Kantor Desa Bersujud ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap hari Jumat.
Masyarakat diimbau untuk membawa dan mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual, seperti botol dan gelas plastik bekas, kardus, kertas, kaleng, besi, aluminium, serta limbah daur ulang lainnya.
Seluruh sampah yang terkumpul akan dijual kembali kepada pengepul. Hasil penjualan tersebut nantinya dikelola secara transparan oleh UPZ Desa Bersujud untuk disalurkan dalam bentuk dana bantuan sosial kepada masyarakat miskin (mustahiq), lansia, anak yatim/piatu, serta warga yang terkena musibah.
Kepala Desa Bersujud, Jumriadi, menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang untuk menyelesaikan dua persoalan sekaligus, yakni kebersihan lingkungan dan kesejahteraan sosial.
“Selama ini sampah sering kali kita anggap sebagai sesuatu yang tidak berguna. Padahal, apabila kita pilah dan kumpulkan dengan baik, sebagian sampah masih mempunyai nilai ekonomi. Melalui program ini, kita ingin mengubah sampah menjadi berkah, barang bekas menjadi manfaat, dan kepedulian masyarakat menjadi bantuan sosial,” ujar Jumriadi, Kamis (3/9/2026).
Jumriadi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar urusan pembuangan limbah, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menumbuhkan rasa kepedulian antarsesama warga Desa Bersujud.
“Satu botol yang kita sumbangkan mungkin nilainya kecil. Satu kilogram kardus mungkin nilainya tidak seberapa. Tetapi apabila seluruh masyarakat Desa Bersujud ikut berpartisipasi, sedikit demi sedikit akan terkumpul dan insyaallah menjadi sesuatu yang besar manfaatnya. Mari kita mulai dari rumah kita masing-masing. Pilah sampahnya, kumpulkan, sumbangkan, dan insyaallah menjadi berkah bagi sesama,” pungkasnya.
Dengan slogan utama “Sampahmu Berkah untuk Sesama” dan ajakan “Jangan Buang Sampahmu, Sedekahkan Nilainya!”, Pemdes Bersujud berharap seluruh unsur masyarakat mulai dari tingkat RT, sekolah, pelaku UMKM, hingga organisasi kepemudaan dapat bersinergi menjaga keberlanjutan program ini.
Melalui sinergi antara pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan zakat/sedekah, Desa Bersujud di Kecamatan Simpang Empat ini berambisi menjadi percontohan desa mandiri yang bersih, peduli, dan berdaya secara sosial.



