REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kinerja perekonomian Kota Banjarbaru terus menunjukkan tren positif yang signifikan.
Setelah berhasil tumbuh sebesar 6,49 persen sepanjang tahun 2025, angka tersebut kembali melonjak hingga mencapai 6,88 persen pada Triwulan I Tahun 2026.
Capaian ini menempatkan Banjarbaru dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk menjaga dan memperkuat momentum pertumbuhan tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan bahwa validitas data menjadi instrumen krusial.
Dalam konteks inilah, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dinilai memiliki nilai strategis yang sangat besar sebagai modal dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran di masa mendatang.
Langkah strategis ini didukung penuh oleh jajaran pemerintah daerah. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, memberikan contoh langsung dengan menerima kunjungan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru di kediamannya pada Kamis (2/7/2026).
Keikutsertaan Wali Kota dalam seluruh tahapan pendataan ini menjadi simbol pengingat bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyukseskan agenda nasional ini.
Dalam proses pendataan tersebut, petugas BPS menjalankan prosedur standar secara ketat, mulai dari identifikasi anggota keluarga, pemetaan aktivitas usaha, pengisian data melalui aplikasi digital, hingga dokumentasi lapangan untuk verifikasi.
Prosesi di kediaman Wali Kota Lisa kemudian diakhiri dengan penandatanganan persetujuan responden dan penempelan stiker resmi SE2026.
Bagi pihak pemerintah daerah, data yang dihasilkan dari SE2026 merupakan investasi informasi jangka panjang.
Hasil sensus ini nantinya akan menjadi referensi utama dalam merancang strategi pengembangan dunia usaha, memperkuat sektor UMKM, menarik investasi baru, membuka lapangan pekerjaan, hingga meningkatkan daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi yang dinamis.
Wali Kota Lisa menekankan bahwa kualitas kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah sangat bergantung pada kejujuran data yang diberikan oleh masyarakat.
Setiap jawaban dari pelaku usaha dan warga akan membentuk potret nyata mengenai struktur ekonomi Banjarbaru yang sesungguhnya.
“Alhamdulillah, hari ini ulun telah menerima pendataan Sensus Ekonomi 2026 oleh petugas BPS Kota Banjarbaru. Ulun mengajak seluruh warga Banjarbaru untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akurasi data hasil sensus ini akan langsung berdampak pada efektivitas program pembangunan yang menyentuh masyarakat luas.
“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk mewujudkan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera. Data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang tepat sasaran sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia berharap hasil akhir dari sensus ini mampu memberikan gambaran utuh yang dapat digunakan pemerintah untuk merancang program yang lebih efektif dan menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Kami berharap data hasil sensus menjadi landasan penyusunan kebijakan yang mampu memperkuat daya saing daerah, mendorong pertumbuhan investasi, memperluas kesempatan kerja, dan mewujudkan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera,” ungkapnya.
Di balik perhelatan besar sepuluh tahunan ini, peran petugas lapangan menjadi faktor penentu.
Wali Kota Lisa secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran petugas BPS yang saat ini tengah bergerak di berbagai wilayah Banjarbaru.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas di masyarakat.
“Jadilah pejuang data yang mampu membangun kepercayaan masyarakat sehingga data yang berhasil dihimpun benar-benar berkualitas dan memberi manfaat bagi kemajuan Kota Banjarbaru,” pesannya.
Sebagai informasi, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda masif BPS yang digelar sepuluh tahun sekali untuk memotret seluruh aktivitas usaha di luar sektor pertanian.
Untuk wilayah Kota Banjarbaru, BPS telah menerjunkan sebanyak 240 petugas lapangan yang melakukan pendataan secara bertahap sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Melalui dukungan penuh dari masyarakat dan kerja keras para petugas, data yang dihimpun selama periode ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang lebih presisi demi masa depan Banjarbaru yang semakin maju dan berdaya saing.



