REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru melakukan pendataan dan peninjauan terhadap sejumlah peternakan babi di kawasan Benawa Raya dan Danau Seran, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (28/7/26).
Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi jumlah populasi ternak, lokasi peternakan, serta meninjau aspek perizinan dan pengelolaan lingkungan sebagai bahan penyusunan langkah Pemerintah Daerah (Pemda) ke depan.

Kepala Satpol PP Banjarbaru, Dedy Sutoyo mengatakan, pendataan tersebut menjadi tahap awal sebelum Pemerintah menentukan kebijakan lanjutan terkait keberadaan peternakan babi di wilayah Kota Banjarbaru.
“Hari ini arahnya ke pendataan, karena banyaknya laporan masyarakat terkait keberadaan peternakan babi di Kota Banjarbaru. Kami mendampingi dinas teknis untuk memastikan berapa jumlah pastinya dan di mana saja titik lokasinya,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pendataan akan menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun langkah penanganan, termasuk memberikan sosialisasi kepada para peternak serta mengkaji kebijakan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sebenarnya ada konsep matang yang pernah ditawarkan sebelumnya, seperti relokasi. Kalau untuk kawasan permukiman tentu tidak memungkinkan karena dampak lingkungannya lumayan besar,” katanya.
Dalam peninjauan, DLH Kota Banjarbaru memeriksa aspek izin lingkungan dan sistem pengelolaan limbah peternakan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan usaha memperhatikan ketentuan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Hukum DLH Kota Banjarbaru, A. Muhramsyah mengatakan, izin lingkungan dan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.
“Aspek utama yang kami lihat adalah izin lingkungan. Jika memiliki izin, di situ ada kriteria syarat pengelolaan IPAL-nya. Tugas kami memberikan saran teknis bekerja sama dengan SKPD terkait,” ucapnya.
Ia menambahkan, kualitas hasil pengolahan limbah dan minimnya bau menjadi indikator utama keberhasilan sistem IPAL di peternakan.
“Kunci IPAL yang bagus itu ada dua, pertama kualitas air keluaran limbahnya bagus dan kedua bau yang dikeluarkan hampir tidak ada. Apa pun bentuk dan teknologinya, yang terpenting proses pengolahannya berjalan sempurna,” pungkasnya.



