REDAKSI8.COM, BANJAR – Ramadan 1446 H di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, sejauh ini terbilang kondusif tanpa kejadian menonjol. Namun pagi tadi, suasana tenang di Dusun Sungai Luar, Desa Tiwingan Lama, mendadak gempar ketika si jago merah melalap tiga rumah kayu hingga rata dengan tanah.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.45 Wita. Meski tak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Warga setempat dibantu sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) bergerak cepat memadamkan api yang berkobar hebat.
“Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian. Untungnya, rumah-rumah lain berjarak cukup jauh sekitar 10 meter, sehingga kebakaran tak menyebar luas,” ujar Kanitbinmas Polsek Aranio Aipda Khamdi dalam program Halo Polisi di Radio Suara Banjar, Kamis (10/4/2025) siang.
Akses menuju lokasi juga mendukung proses pemadaman. BPK dari luar wilayah bisa masuk melalui jalur darat, dan keberadaan sungai di dekat lokasi mempermudah pasokan air.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Nahasnya, saat kejadian pemilik rumah sedang berada di ladang untuk berkebun, sehingga tidak ada yang bisa langsung mengendalikan api.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucap Khamdi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana seperti kebakaran, banjir, dan tanah longsor, terutama saat cuaca tidak menentu.
Meski wilayah Aranio terdiri dari 11 desa dengan bentang cukup luas, Khamdi memastikan patroli tetap berjalan lancar, apalagi dengan adanya akses jalan trans yang kini membuka keterisolasian desa-desa di wilayah tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.45 Wita. Meski tak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Warga setempat dibantu sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) bergerak cepat memadamkan api yang berkobar hebat.
“Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian. Untungnya, rumah-rumah lain berjarak cukup jauh sekitar 10 meter, sehingga kebakaran tak menyebar luas,” ujar Kanitbinmas Polsek Aranio Aipda Khamdi dalam program Halo Polisi di Radio Suara Banjar, Kamis (10/4/2025) siang.
Akses menuju lokasi juga mendukung proses pemadaman. BPK dari luar wilayah bisa masuk melalui jalur darat, dan keberadaan sungai di dekat lokasi mempermudah pasokan air.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Nahasnya, saat kejadian pemilik rumah sedang berada di ladang untuk berkebun, sehingga tidak ada yang bisa langsung mengendalikan api.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucap Khamdi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana seperti kebakaran, banjir, dan tanah longsor, terutama saat cuaca tidak menentu.
Meski wilayah Aranio terdiri dari 11 desa dengan bentang cukup luas, Khamdi memastikan patroli tetap berjalan lancar, apalagi dengan adanya akses jalan trans yang kini membuka keterisolasian desa-desa di wilayah tersebut.



