Kamis, 23 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Tahun Ini Petani di Banjarbaru Terancam Gagal Panen!

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
16 Agustus 2023
A A
Banjarbaru Siap Dukung IKN di Sektor Ini, 1.000 Hektare di Palam dan Bangkal

Salah satu lahan pertanian di Kelurahan Palam, Kota Banjarbaru, Rabu (12/7/23). Foto : Irma/Redaksi8.com

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sejumlah petani sayur di Guntung Manggis tengah menjalani ancaman kekeringan dan hama, beban mereka semakin berat lantaran harga pupuk yang semakin mahal.

Persoalan itu terungkap ketika Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Windi Novianto berkunjung ke salah satu ladang sayur di Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, pada Rabu (16/08) sore.

Windi sengaja datang ke sana bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) M Syaripuddin, alias Bang dhin untuk menunjukkan bagaimana kondisi pertanian di Kota Banjarbaru.

Benar saja, rata-rata petani sayur mengeluhkan terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

LihatJuga :

DPC PKB Kabupaten Banjar Resmi Dilantik, M. Zaini Siap Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

RSD Idaman Banjarbaru Tegaskan Kasus TPPO Bayi Terjadi di Luar Lingkup Pelayanan Rumah Sakit

Polres Banjarbaru Bongkar Dugaan Perdagangan Bayi, Oknum Bidan dan Mantan Suami Jadi Tersangka

Remaja 17 Tahun Tewas usai Motor Tabrak Truk Berhenti di Jalinsum Barus–Sibolga

Menanggapi hal itu, Bang Dhin menilai kondisi ini dikarenakan pemerintah belum begitu melirik pertanian sebagai salah satu prioritas dalam menunjang pembangunan daerah.

“Terutama bagi Kota Banjarbaru, padahal kota ini merupakan  salah satu gerbang IKN (Ibu Kota Negara),” ungkapnya pada awak media.

Karena itu, Ia meminta pemerintah daerah Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarbaru serius memperhatikan sektor pertanian.

Sebab, bidang ini perannya sangat strategis yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Pertanian harus meningkatkan produksi, pangan harus berperan sebagai penyanggah inflasi,” ucap politikus PDI Perjuangan Kalsel itu.

“Dan yang terpenting adalah hilangkan ego sektoral dan jangan saling berseberangan,” tandasnya.

Disamping itu, Windi menambahkan, pertanian di Kota Banjarbaru juga terancam dengan masifnya lembangunan dan pertumbuhan kota.

Ia mengaku khawatir jika nanti penduduk Banjarbaru semakin meningkat, dan berdampak pada lahan pertanian yang  menyempit akibat pengalihan fungsi lahan pertanian.

“Lahan yang sempit tentu membuat hasil produksi tidak akan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Terkait kelangkaan pupuk subsidi yang dialami petani sayur di Guntung Payung, Windi menilai bahwa hal tersebut dikarenakan jumlah pupuk subsidi yang diterima Kota Banjarbaru tidak sebanding dengan jumlah lahan pertanian.

“Soalnya data di Kementerian Keuangan mengenai lahan tani di Banjarbaru tidak berbanding lurus dengan data di lapangan,” ungkapnya saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Padahal, menurutnya saat ini sayuran memiliki potensi besar bagi PAD dan Perkembangan Kota Banjarbaru. Hal itu dikarenakan lahan di Banjarbaru sangat cocok di tanam sayuran.

Saat ini, Windi menambahkan, para petani terpaksa menggunakan pupuk kandang sebagai penggantinya.

“Itupun juga sulit, jumlah pupuk kandang yang ada masih belum bisa menutupi keperluan petani di sini. Jadi terpaksa mereka membelinya ke daerah Tanah Laut, dan harganya pun juga mahal, sekitar Rp 100 sampai 160 ribu per karungnya,” bebernya.

Selama pupuk subsidi ada, Windi melanjutkan, pasti kebutuhan pupuk kandang berkurang. Namun berhubung susah cari pupuk subsidi maka pupuk kandang yang mereka kuati.

 “Kami harap hal ini jadi atensi Pemerintah Kota untuk mendorong Pemerintah Provinsi agar bisa mendapat tambahan pupuk subsidi,” harapnya.

Dia berharap setiap program yang akan dilaksanakan bisa menyentuh langsung masyarakat kecil dan jangan fokus terhadap penyerapan anggaran, dampak yang dihasilkan merupakan capaian tertinggi.

“Ekonomi kerakyatan merupakan hal yang harus diperhatikan, pemerintah harus berikan program strategis untuk memulihkan kembali sektor pertanian,” bebernya.

Hal serupa juga tengah dialami para petani padi di kelurahan palm.

Disana, 80% panen padi di Jalan Palam Kota Banjarbaru gagal.

Diakui oleh salah satu petani setempat, Azis, dalam 20 borongan padi yang ditanam hanya bisa dipanen kurang lebih sekitar 2 borongan saja atau 20%, sisanya 80% gagal.

Musim panen padi seharusnya kata Azis sudah selesai, namun karena adanya serangan hama menjadi penghambat perkembangan si buah, maka buah yang dihasilkan tidak masksimal.

“Seharusnya panen ini sudah selesai, karena ada serangan penyakit jadi lambat perkembangan buahnya, jelas ini penurunan pendapatan kami,” ujar seorang petani di Jalan Palam, Kota Banjarbaru Azis, Jum’at (4/8/23).

Selanjutnya Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah Akbar akan mengusulkan pembangunan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di sejumlah wilayah pertanian di Cempaka pada anggaran perubahan tahun ini.

“Itu untuk penanggulangan banjir dan mengairi sawah-sawah masyarakat sekitar. Sehingga tidak terpaku menunggu musim hujan,” bebernya kepada Redaksi8.com.

Selain itu, ia pun meminta adanya anggaran untuk subsidi pupuk kepada para petani. Supaya pertumbuhan sektor pertanian di Banjarbaru mampu semakin maju.

Mengingat, Kota Banjarbaru sekarang sudah di tetapkan sebagai Ibu Kota provinsi Kalimantan Selatan.

Ia berharap, SKPD terkait dalam hal ini DKP3 mendukung usulan anggaran yang digagas pihak DPRD Banjarbaru.

“Saya harapkan masuk di anggaran perubahan dinas KP3,” tandasnya.

Share27Tweet17Send

Related Posts

DPC PKB Kabupaten Banjar Resmi Dilantik, M. Zaini Siap Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

DPC PKB Kabupaten Banjar Resmi Dilantik, M. Zaini Siap Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

by Az-Zukhairy
23 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banjar resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031 dalam...

Remaja 17 Tahun Tewas usai Motor Tabrak Truk Berhenti di Jalinsum Barus–Sibolga

Remaja 17 Tahun Tewas usai Motor Tabrak Truk Berhenti di Jalinsum Barus–Sibolga

by Tim Redaksi8.com
23 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH - Seorang remaja berusia 17 tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak sebuah dump truk...

Kabut Asap Mulai Selimuti Banjarbaru, RSD Idaman Pantau Kasus ISPA dan Pneumonia

Kabut Asap Mulai Selimuti Banjarbaru, RSD Idaman Pantau Kasus ISPA dan Pneumonia

by Irma Dahliana
23 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru dalam...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In