Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Irwan Ari Danu dari Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, yang memaparkan arah kebijakan pembangunan provinsi dan sinkronisasi program daerah dengan visi pembangunan Kalsel.
Aznin Rahmani dari Diskominfo Kalsel, yang menyoroti pentingnya digitalisasi layanan publik serta penguatan sistem informasi untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Eddy Erwan Nopiannor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, yang menjelaskan peran data statistik dalam perumusan kebijakan berbasis fakta dan kebutuhan masyarakat.
Diah Ayu Yulianawati dari Bappedalitbang Kabupaten Banjar, yang menekankan pentingnya riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Banjar.
Perwakilan dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar, yang memaparkan strategi daerah dalam memperkuat sistem informasi, literasi digital, dan keterbukaan informasi publik.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga forum diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang hadir.
Dengan menghadirkan perwakilan dari berbagai sektor, forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menemukan solusi nyata untuk mempercepat pencapaian target pembangunan Kabupaten Banjar.
Para narasumber secara bergantian menyampaikan paparan terkait bidang masing-masing, mulai dari perencanaan pembangunan, digitalisasi layanan, pemanfaatan data statistik, hingga riset dan inovasi daerah. Semua ini dipandang sebagai elemen penting untuk membangun fondasi yang kuat menuju Banjar yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan mendorong sinergi multipihak. Dengan demikian, setiap program pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, berbasis data, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu lembaga, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.



