REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat penanggulangan kemiskinan berbasis data terus dilakukan. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar kini mempercepat implementasi Aksi Perubahan SINERGI BANJAR (Sistem Terintegrasi Perencanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Banjar).
Penguatan tersebut dilakukan melalui pendampingan input data sekaligus pemetaan program penanggulangan kemiskinan ke dalam prototype dashboard SINERGI BANJAR. Kegiatan menyasar perangkat daerah terkait dan berlangsung di Aula Bauntung Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Senin (5/10/2026) siang.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Kabupaten Banjar sekaligus Reformer Aksi Perubahan SINERGI BANJAR, Fara Hayani, menegaskan kualitas dashboard sangat ditentukan oleh kualitas data yang disampaikan masing-masing perangkat daerah.
“Keberhasilan pengembangan dashboard sangat bergantung pada kelengkapan, kesesuaian dan kualitas data serta informasi program yang diinput oleh perangkat daerah,” ujar Fara saat memimpin pendampingan.
Menurutnya, SINERGI BANJAR dirancang untuk mendorong keterpaduan perencanaan program penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan data dan informasi yang terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, berbagai program dan intervensi yang selama ini dijalankan perangkat daerah dapat dipetakan secara lebih jelas, mulai dari program, kegiatan, subkegiatan, sasaran penerima manfaat hingga bentuk intervensi yang diberikan.
Pendampingan dilakukan agar operator atau pengelola data memiliki pemahaman yang sama dalam menyiapkan dan menginput data sesuai tugas serta kewenangan masing-masing perangkat daerah.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai struktur informasi dashboard, mekanisme penginputan hingga proses pemetaan program, kegiatan dan subkegiatan yang memiliki keterkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.
Fara menjelaskan, data yang dihimpun tidak sekadar mencatat penerima manfaat. Lebih jauh, data tersebut diharapkan mampu menggambarkan keterkaitan antara persoalan kemiskinan, kelompok sasaran serta berbagai intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Karena itu, setiap data yang dimasukkan harus memiliki sumber yang jelas, periode yang sesuai, sasaran yang teridentifikasi serta selaras dengan dokumen perencanaan dan pelaksanaan program pada masing-masing perangkat daerah.
Selain penginputan data, pendampingan juga difokuskan pada pemetaan intervensi. Perangkat daerah diminta mengidentifikasi program, kegiatan dan subkegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, termasuk sasaran penerima manfaat dan bentuk intervensinya.
Dari sisi teknis, Pranata Komputer dan Programmer SINERGI BANJAR turut memberikan pendampingan langsung kepada operator. Berbagai kendala dan kebutuhan penyesuaian yang ditemukan selama proses tersebut dihimpun sebagai bahan penyempurnaan prototype dashboard.
Selanjutnya, hasil input dan pemetaan data akan dikonsolidasikan serta divalidasi oleh Tim Efektif SINERGI BANJAR. Perangkat daerah juga diminta melanjutkan pemenuhan data sesuai bidang dan kewenangan masing-masing.
Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi awal terbentuknya basis data dan pemetaan intervensi kemiskinan yang lebih terpadu.
Dengan dukungan data yang lebih lengkap dan terintegrasi, SINERGI BANJAR diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mendukung perencanaan, pemantauan hingga evaluasi program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banjar agar lebih terarah, terukur dan tepat sasaran.
SINERGI BANJAR Diperkuat, Bapperida Banjar Bangun Pemetaan Program Kemiskinan Berbasis Data








