REDAKSI8.COM – Ribuan jamaah padati lapangan Dr Murjani Banjarbaru untuk mengikuti Shalat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Jum’at (15/6/18).
Tidak hanya masyarakat umum saja yang mengikuti shalat id di tempat ini, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru Hidayaturrahman, juga turut membaur bersama masyarakat lainnya.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dalam kesempatannya sebelum shalat id dilaksanakan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru dan atas nama keluarga mengucapkan selamat Hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.
“Satu bulan lamanya kita sudah berjuang dan kini meraih kemenangan, mari kita satukan tekad bertindak arif dan bijak untuk meningkatkan kecerdasan dalam membangun bangsa lebih maju,” tutur Nadjmi Adhani.

Nadjmi Adhani juga tidak lupa untuk menghimbau kepada masyarakat yang hadir pada shalat idul fitri berjamaah ini, untuk mengumpulkan koran bekas alas shalat, ke titik-titik yang telah ditentukan demi menjaga kebersihan.
“Di sini juga saya sampaikan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi berita hoax, bersikap arif dan bijak lah dalam menyaring berita berita,” ujarnya.
Shalat Idul Fitri 1439 Hijriyah pun dilaksanakan dipimpin oleh Ahmad Qori sebagai imam dan khutbah disampaikan oleh Ustadz Jalaluddin, Dosen Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Dalam khutbahnya, Ustadz Jalaluddin menyampaikan, untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Setelah berpuasa sebulan penuh paling tidak kita meraih kemenangan rohani, jiwa yang menang yang selalu bersih dari syirik, takabbur, iri, dengki dan penyakit hati lainnnya,” sampainya.
Taqwa, kata Ustadz Jalaluddin adalah kondisi seseorang yang selalu merasakan pengawasan oleh Allah SWT dan termotivasi untuk selalu beribadah.
“Korupsi dan keserakahan pejabat dimana-mana sudah menutup mata yang berawal dari ketidakjujurannya. Jika kita semua mampu jujur kepada Allah dan masyarakat, maka yakinlah kedamaian akan diberikan oleh Allah,” jelasnya.
Kecerdasan emosi sabar dalam islam bukan merupakan kelemahan, namun sabar terang Ustadz Jalaluddin merupakan kekuatan.
“Ketika seseorang bersabar terhadap lawannya adalah orang yang memiliki kecerdasan emosional,” pungkasnya.



