REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Banjarbaru terus dimatangkan.
Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru memastikan seluruh kebutuhan, mulai dari sarana prasarana, tenaga pendidik hingga kesiapan teknis, terus dikebut agar MPLS dapat dimulai sesuai jadwal pada 31 Juli 2026.

Kepala Sentra Budi Luhur Kalimantan Selatan (Kalsel), Radna Dewi Sartika menyampaikan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Dalam rapat bersama Pemkot Banjarbaru dan Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru yang berlangsung di Ruang Rapat Dinsos Banjarbaru tersebut fokus membahas berbagai kebutuhan menjelang operasional Sekolah Rakyat.
“Saat ini kita masih berkoordinasi dan berkolaborasi antara Kementerian Sosial dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. Dalam hal ini, Pak Sekda memberikan arahan langsung kepada kita semua untuk mempersiapkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yaitu rencana tanggal 31 Juli 2026,” ujarnya, Rabu (15/7/26).
Ia menyebut, MPLS akan dilaksanakan di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 yang berlokasi di Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
“Kegiatan MPLS itu bertempat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Banjarbaru. Untuk siswa-siswa itu sendiri dari Kota Banjarbaru,” ucapnya.
Selama MPLS, para peserta didik tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai sistem pembelajaran dan kehidupan di sekolah berasrama.
Tahapan itu kemudian akan dilanjutkan dengan matrikulasi supaya para siswa lebih siap beradaptasi dengan pola pendidikan boarding school yang diterapkan.
“Jadi nanti di situ ada MPLS, dilanjutkan matrikulasi. Jadi anak-anak ini kita harapkan bisa beradaptasi dengan lingkungan boarding, karena selama ini mungkin mereka sekolah full day, tetapi dengan sistem boarding ini semua aktivitas apa pun dilaksanakan di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat (SR) akan memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian dari proses pembinaan siswa selama tinggal di asrama.
“Dalam pelaksanaannya nanti kita tidak hanya pendidikan akademik formal saja, tetapi ada pendidikan karakter, yang itu akan diperkuat oleh guru dan tenaga pendidik yang ada di Sekolah Rakyat,” katanya.
Dari sisi sumber daya manusia, Radna memastikan kebutuhan tenaga pengajar secara umum telah tersedia.
Meski demikian, masih terdapat kekurangan guru mata pelajaran tingkat SMP yang saat ini tengah dipenuhi melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru.
“Ada kekurangan dari guru mata pelajaran SMP, namun akan dipenuhi dan diupayakan oleh Dinas Pendidikan untuk guru pengganti tersebut,” tuturnya.
Sementara, terkait pembangunan sarana dan prasarana, seluruhnya hampir selesai.
Bahkan pengecekan dilakukan setiap hari untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sebelum MPLS dimulai.
Hanya beberapa pekerjaan utilitas seperti penyelesaian pemasangan trafo listrik dan penyempurnaan jaringan air bersih yang masih dalam tahap akhir.
“Sarana prasarana kaitan dengan MPLS itu sudah hampir 100 persen. Tiap hari kami melakukan proses pengecekan kepada pelaksana pekerjaan dan progresnya sangat signifikan. Mudah-mudahan sebelum pelaksanaan itu sudah 100 persen,” ungkapnya.
Adapun mekanisme kedatangan peserta didik telah disusun.
Orang tua dijadwalkan mengantar anak pada tanggal 30 Juli 2026, kemudian calon siswa akan diterima secara resmi sebelum mengikuti MPLS di 31 Juli.
“Teknisnya nanti tanggal 30 orang tua mengantarkan, kemudian kita terima. Tanggal 31 sudah mulai MPLS,” pungkasnya.



