REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur strategis di Kota Banjarbaru dinilai molor.
Hal itu tentu saja menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru.
Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari mengaku, proyek-proyek yang berada dinaungan komisi III telah ditinjau ke lapangan.
Tujuannya, supaya hasil setiap pengerjaan proyek yang dimaksud lebih optimal.
“Memang ada keterlambatan dan sebagainya, dari itu kita tinjauan ke lapangan beberapa waktu yang lalu, sehingga kami berharap segala macam proyek benar-benar direncanakan dengan baik, dan diawasi dengan baik, sehingga hasilnya optimal,” ungkapnya.
Menurut Nurkhalis, setiap tahunnya pembangunan di Banjarbaru pasti ada keterlambatan, yang kemudian hasilnya menjadi kurang optimal.
“Ini menjadi masukan kami, apalagi beberapa kali terjadi, jadi harus kita evaluasi juga kinerja dari masing-masing SKPD. Karena kami menjadi wakil masyarakat, sehingga kami bertugas setiap pembangunan atau infrastruktur yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota,” jelasnya.
Terutama pembangunan embung di Cempaka dan Tugu 0 Kilometer yang dalam pengerjaannya ada sedikit keterlambatan.
Selain itu, Dinas PUPR dan Dinas Perkim yang melakukan rehab terhadap taman-taman, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Banjarbaru diharapkan pekerjaan tersebut selesai tepat pada waktunya.
“Seperti keberadaan embung, tapi kami lihat dari dinas terkait juga kurang optimal dalam mengawasi, kemudian proses pengerjaannya banyak sekali kekurangan-kekurangan yang tentunya menjadi catatan penting Pemerintah Kota, untuk mengevaluasi secara keseluruhan dalam hal pembangunan di Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong dinas terkait untuk mengoptimalkan pekerjaan selesai tepat waktu, namun tidak mengurangi kualitas dari pekerjaan dan tetap masuk spesifikasi, sehingga hasil kerjanya bagus dan rapi.
“Dinas terkait optimis bahwa semua pekerjaan yang mereka kerjakan itu selesai, faktanya ini sudah bulan Desember, kami melihat beberapa proyek memang lepas dari target, tetapi kami tetap mendorong dinas terkait agar pekerjaan selesai tepat waktu,” katanya.
Nurkhalis berharap, kejadian-kejadian seperti ini menjadi evaluasi ditahun selanjutnya.
Sehingga dari proses perencanaan, lelang, pekerjaan hingga proses pengawasan maupun finishing benar-benar sesuai dengan yang ditargetkan.
“Kami berharap itu menjadi prioritas, ketika beban pekerjaan yang begitu banyak, maka jangan diambil secara keseluruhan, disesuaikan dengan kemampuan dari SKPD-SKPD teknis saja, tetapi secara bertahap, berkesinambungan, dan tepat pada waktunya,” tuntasnya.
Sementara itu, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengaku, memang ada keterlambatan dalam penyelesaian, tetapi embung Cempaka saat ini sudah selesai sekitar 70%.
Meski demikian, ketika hujan lebat kemarin banyak air yang tertampung disana (embung), sehingga ini juga mengurangi air yang turun ke perkampungan.
“Sebenarnya target-target sudah di sampaikan oleh dinas, kita juga sudah minta penambahan alat pada saat musim kering dan lain-lain, dan memang diawal ada keterlambatan sedikit,” pungkasnya.



