REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) terus mempercepat pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi prioritas nasional, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam rangkaian kegiatan peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti meninjau langsung Pondok Pesantren Nurul Ma’ad di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru.

Pesantren tersebut menjadi salah satu penerima program revitalisasi dari Pemerintah Pusat.
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti menyampaikan, secara nasional program revitalisasi didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Dimana saat ini, progres revitalisasi telah mencapai lebih dari 90 persen dan sebagian besar satuan pendidikan telah rampung dikerjakan, termasuk di Kalsel.
“Dan nanti pada akhir bulan Januari ini juga kami harapkan semua satuan pendidikan sudah selesai 100 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (12/01/26).
Ia menjelaskan, terdapat dua kendala utama yang mempengaruhi percepatan revitalisasi, yakni faktor cuaca serta letak geografis satuan pendidikan yang sulit dijangkau.
“Beberapa sekolah itu ada yang di gunung yang memang pembangunannya memakan waktu lama karena untuk pengangkutan material dan sebagainya memang tidak semudah yang di daerah-daerah yang lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, program revitalisasi berjalan lebih optimal melalui skema swakelola, sehingga jumlah penerima manfaat meningkat dengan signifikan dibandingkan rencana awal.
Pelaksanaan revitalisasi juga dinilai lebih efektif karena melibatkan partisipasi masyarakat, mendorong pergerakan ekonomi lokal, serta memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan dengan baik dan mudah-mudahan ini akan menjadi model yang juga nanti kami kembangkan di tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Hingga kini, Pemerintah telah menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melanjutkan revitalisasi sekitar 11.744 satuan pendidikan dengan realisasi anggaran mencapai Rp11,7 triliun.
Oleh karena itu program tersebut diprioritaskan bagi sekolah-sekolah di daerah terdampak bencana dan satuan pendidikan dengan kondisi fisik rusak berat.
“Pemerintah menargetkan penambahan minimal 60.000 sehingga nanti tahun 2026 ini kita revitalisasi untuk 71.000 sekian untuk satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya.
“Mudah-mudahan dengan angka itu lebih banyak sekolah yang bisa kita perbaiki,” tuntasnya.



