REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga beras lokal di Pasar Tradisional Kota Banjarbaru mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang berdampak pada gagal panen menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga tersebut.


Berdasarkan pantauan Redaksi8.com di Pasar Bauntung Banjarbaru, hampir seluruh jenis beras lokal mengalami penyesuaian harga, meski kenaikannya masih tergolong bertahap.
Salah satu pedagang beras di Pasar Bauntung, Asiyah mengungkapkan, kenaikan terjadi pada semua jenis beras lokal dengan besaran yang bervariasi.
“Ya naik Rp500, kadang Rp1 ribu peritenya untuk semua jenis beras lokal,” ucapnya, Selasa (13/01/26).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut mulai dirasakan sejak memasuki musim hujan yang disertai banjir di sejumlah daerah penghasil beras, sehingga pasokan lokal menjadi terbatas.
“Naiknya mulai dari musim hujan-hujan itu, terus banjir, sehingga tidak ada yang panen. Ini ngambilnya dari Lombok,” ujarnya.
Sementara itu, untuk beras Jawa hingga kini masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan harga.
“Beras jawa enggak ada kenaikan, standar aja itu Rp13.000- Rp13.500 per liter,” katanya.
Untuk harga eceran, Asiyah menyebutkan, beras lokal dijual dengan rentang harga yang cukup beragam tergantung jenisnya.
“Beras lokalnya dari harga Rp13.000 sampai Rp16.000 untuk semua jenis seperti Mayang Jambun dan Unus Mutiara,” sebutnya.
Meski terjadi kenaikan, aktivitas jual beli beras di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru masih dapat berjalan normal.
“Harapannya kondisi cuaca segera membaik agar masa panen kembali normal dan harga beras dapat kembali stabil,” tutupnya.



