REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menutup masa reses terakhirnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari memilih menghadirkan suasana yang berbeda bersama masyarakat.
Pertemuan dengan warga Kelurahan Loktabat Selatan itu dipadukan dengan jalan sehat serta sejumlah perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).


Kegiatan yang melibatkan warga Rukun Tetangga (RT).06 dan RT.07, Rukun Warga (RW).02 tersebut berlangsung meriah.
“Masyarakat dari berbagai kalangan tampak larut dalam suasana kebersamaan, mulai dari mengikuti jalan sehat hingga berpartisipasi dalam perlombaan khas perayaan 17 Agustus,” tuturnya.
Bagi Nurkhalis, reses tidak harus selalu berlangsung dalam suasana resmi. Justru melalui kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian warga, komunikasi dapat terbangun dengan lebih leluasa.
“Reses bagi saya bukan hanya datang, menyampaikan sambutan, lalu selesai. Yang paling penting adalah bertemu, mendengar, dan memahami apa yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, jalan sehat menjadi kegiatan pembuka sebelum suasana semakin semarak dengan berbagai perlombaan.
Bahkan, warga dewasa turut mengambil bagian, termasuk bapak-bapak yang meramaikan perlombaan tarik tambang. Gelak tawa pun mewarnai kegiatan tersebut.
“Ketika suasananya santai, komunikasi biasanya menjadi lebih terbuka. Dari obrolan-obrolan sederhana justru sering muncul persoalan yang sangat penting untuk kita tindak lanjuti,” katanya.
Di sisi lain, berbagai masukan yang disampaikan warga kemudian menjadi bagian dari catatan Nurkhalis dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
“Aspirasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan individu, tetapi juga persoalan dan harapan masyarakat terhadap lingkungan serta pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, berakhirnya agenda reses bukan berarti persoalan yang disampaikan masyarakat ikut selesai.
“Aspirasi yang diterima akan menjadi bahan untuk dikawal sesuai fungsi dan kewenangan DPRD,” ucapnya.
Pengawalan itu katanya dapat dilakukan melalui pembahasan kebijakan, penganggaran maupun koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).
Dengan demikian, hasil pertemuan bersama warga diharapkan tidak berhenti sebatas catatan kegiatan.
“Reses boleh selesai, tetapi aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti. Apa yang sudah disampaikan akan menjadi bagian dari catatan perjuangan kami,” tegasnya.
Nurkhalis juga menilai pertemuan langsung dengan masyarakat sangatlah penting untuk menjaga hubungan antara wakil rakyat dan konstituen.
“Kita tidak bisa hanya memahami kebutuhan masyarakat dari laporan atau forum formal. Kita perlu turun langsung, melihat kondisi di lapangan, dan mendengarkan apa yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Oleh karena itu, momentum peringatan kemerdekaan sengaja dimanfaatkan untuk menciptakan ruang interaksi yang lebih cair dan kekeluargaan.
“Warga tidak hanya hadir sebagai peserta reses, tetapi juga terlibat dalam kegiatan bersama yang membangun suasana kekeluargaan,” pungkasnya.



