REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebanyak 78 residen IPWL YPR Kobra Nusantara Kalimantan Selatan mengikuti Family Support Group di Wisata Danau Seran, Kota Banjarbaru.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi bagian dari proses rehabilitasi sekaligus upaya memperkuat kembali hubungan residen dengan orang tua dan keluarga.


Family Support Group dilaksanakan pada hari Jumat–Sabtu, 28–29 Agustus 2026, pesertanya terdiri dari residen fase Younger, Older, dan Re-Entry.
Adapun salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah tradisi mencuci, membersihkan, hingga mencium kaki orang tua dengan maksud untuk membangun kesadaran residen terhadap pengorbanan dan jasa orang tua, sekaligus mendorong mereka menyesali kesalahan masa lalu dan bertekad menjalani kehidupan yang lebih baik.
Ketua YPR Kobra Kalsel, Ardian Noverdi Pratama mengatakan, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan para korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau Napza.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para residen bahwa orang tua memiliki jasa yang sangat besar. Mereka diharapkan dapat menyadari dan menyesali kesalahan yang pernah dilakukan serta memiliki tekad untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, rehabilitasi di IPWL YPR Kobra Nusantara tidak hanya menitikberatkan pada pemulihan dari ketergantungan Napza. Namun pembinaan juga dilakukan untuk membentuk fisik, mental, spiritual, kedisiplinan, serta kemampuan residen dalam menghadapi kehidupan setelah keluar dari tempat rehabilitasi.
Sejumlah program pun dijalankan secara rutin, mulai dari Morning Meeting, Share Feeling, Seminar, Corfee atau kebersihan lingkungan, kebersihan diri, pemeriksaan kesehatan, olahraga, salat berjamaah, belajar membaca Al-Qur’an, hingga pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
Menurut Ardian, kemampuan menghadapi tekanan, cobaan, dan godaan menjadi bekal penting bagi residen setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana ketika mereka keluar dari rehabilitasi, mereka mampu menghadapi kehidupan di luar. Mereka harus memiliki coping skill, mampu bertahan menghadapi berbagai cobaan dan godaan, serta tidak kembali menggunakan Napza,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Family Support Group.
Sebab, dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk membantu residen menjalani pemulihan dan kembali diterima di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan itu juga menjadi sarana untuk menanamkan kembali nilai etika dan penghormatan kepada orang tua.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan IPWL YPR Kobra Nusantara ini. Semoga kegiatan ini dapat menanamkan kembali nilai-nilai luhur serta etika dan sikap perilaku anak terhadap orang tua, sehingga tidak luntur,” katanya.
Setelah menyelesaikan rehabilitasi, residen diharapkan mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.
Karena itu, peran keluarga dibutuhkan agar proses pemulihan yang telah dijalani dapat terus berlanjut.
“Kami mengharapkan seluruh orang tua dan keluarga dapat memberikan dukungan dan kepercayaan setelah mereka selesai menjalani rehabilitasi. Dengan begitu, mereka benar-benar percaya diri untuk kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya,” tuntasnya.



