REDAKSI8.COM, BANJAR – Radio Repeater atau Radio Pancar Ulang (RPU) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar yang berada di Gunung Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam Desa Mandiangin Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan mengalami kerusakan.
Rusaknya Radio Repeater tersebut akibat tersambar petir beberapa waktu yang lalu sehingga menjadi kendala bagi BPBD Kabupaten Banjar dalam memberikan atau mendapatkan informasi terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar.

Radio Repeter sendiri bagi BPBD Kabupaten Banjar adalah sebagai penguatan dan pemancar ulang sinyal alat komunikasi yang dipakai dilapangan. Karena untuk lebih cepat komunikasi maka pemanfaatan Radio repeater sebagai alat komunikasi di lapangan.

Ketua Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 02 Kabupaten Banjar Badarudin mengatakan bahwa repeater salah satu alat untuk memperluas jangkauan sinyal komunikasi radio rig dan handy talky yang sering digunakan untuk komunikasi saat di lapangan.
“Kerjanya perangkat repeater adalah dengan cara menerima sinyal radio, memperkuatnya dan kemudian memancarkan kembali dengan power lebih besar lagi. Dan repeater ini sangat dibutuhkan apabila jangkauan handy talky dan radio reg sangat berjauhan,” tuturnya.
Badarudin menjelaskan bahwa saat ini repeater milik BPBD Kabupaten Banjar mengalami kerusakan akibat sambaran petir dan ia juga berharap agar semoga cepat bisa diperbaiki, sedikit banyaknya diperlukan untuk kelancaran komunikasi penggunaan handy talky.
Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Banjar Warsita mengatakan bahwa repeater rusak dikarenakan oleh sambaran petir beberapa waktu yang lalu. Akibat sambaran petir tersebut akhirnya rusaknya alat yang ada di repeater.
“Sambaran peter tentunya tidak bisa diprediksi, untuk perbaikan ini sudah disurvey oleh tim BPBD Kabupaten Banjar dan akan segera diperbaiki, dan kita anggarkan baik dari dana APBD murni atau perubahan,” tuturnya, Rabu (22/5/2024).
Ia menjelaskan bahwa terhadap kendala informasi karhutla selama ini belum ada karena sebagian besar untuk informasi karhutla sudah menggunakan peralatan Handphone. dan saat ini cuaca masih masa transisi kemungkinan kemarau mundur ke bulan Juli.



