REDAKSI8.COM, BANJAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program nasional di sektor pertanian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, mengatakan organisasinya siap membangun sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, akademisi, hingga kelompok tani agar setiap program yang telah dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia tidak hanya hadir sebagai organisasi yang menghimpun para petani, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat tani. Melalui organisasi ini, berbagai kebijakan, bantuan, maupun program pemberdayaan diharapkan dapat tersampaikan secara tepat sasaran hingga ke tingkat desa.
“DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar siap mendukung dan menyukseskan program pemerintah pusat. Kami akan terus berkolaborasi agar kebijakan yang sudah dirancang dapat berjalan dengan baik hingga ke tingkat petani,” ujar Helda Rina.
Ia menjelaskan, sektor pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional. Selain berperan menjaga ketersediaan bahan pangan, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga petani di Kabupaten Banjar. Karena itu, peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendampingan, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan kelembagaan petani.
Helda Rina menilai tantangan yang dihadapi dunia pertanian saat ini semakin kompleks. Tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil produksi, tetapi juga regenerasi petani, perubahan iklim, efisiensi biaya produksi, penggunaan teknologi modern, hingga perluasan akses pasar bagi hasil panen petani.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, kata dia, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang baik diyakini mampu mempercepat lahirnya sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.
Ia juga berharap Tani Merdeka Indonesia dapat menjadi ruang komunikasi sekaligus wadah aspirasi bagi para petani. Melalui organisasi ini, petani diharapkan memperoleh pendampingan, pelatihan, informasi teknologi pertanian, hingga akses terhadap berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Petani harus semakin kuat, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan dukungan bersama, kami optimistis sektor pertanian Kabupaten Banjar akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar, Hermani, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan lebih banyak turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi petani. Menurutnya, mendengarkan persoalan yang dihadapi petani merupakan langkah penting agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani, baik terkait produksi, sarana pertanian, pemasaran hasil panen, maupun persoalan lainnya. Dari situ kami akan menyampaikan masukan kepada pemerintah sekaligus mendorong lahirnya solusi yang tepat,” ujar Hermani.
Ia menambahkan, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi petani yang mampu menggerakkan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Melalui komitmen tersebut, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian daerah. Dengan kolaborasi yang semakin erat, peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, serta terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Banjar diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.



