REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempercepat penanganan lubang besar di ruas Jalan Trikora, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan penutupan cross drain tambahan.
Langkah itu dilakukan karena kawasan tersebut kerap menjadi titik rawan banjir saat hujan deras.
Kepala Bina Marga DPUPR Kalsel, Robby Cahyadi mengatakan, rekayasa drainase diperlukan agar aliran air bisa tertangani lebih baik.
“Ketinggian air sering melebih standar, baik di sisi ruas sebelah kiri dan sisi kanan jalan, maka kami merekayasa lapangan untuk pengerjaan cross drain tambahan,” ujarnya, Selasa (2/12/25).
Ia menegaskan, jalur tersebut sebenarnya sudah memiliki drainase eksisting milik Pemko Banjarbaru, namun saluran itu tidak mampu menampung debit air yang mengalir ke jaringan kota.
“Elevasinya juga kurang pas karena lebih tinggi dari posisi air, makanya kami melaksanakan cross drain di titik yang ada,” katanya.
Robby menjelaskan, paket rehabilitasi Jalan Trikora ini dikerjakan penuh pada tahun 2025 dengan dua fokus perbaikan, yaitu cross drain di depan Masjid Agung Al Munawwarah dan penanganan lubang besar di depan Warung Amuntai.
“Karena posisi anggaran kita terbatas untuk penanganannya maka kita laksanakan yang krusial dulu posisinya, yang ada sekarang kita laksanakan disini dan target terakhir akhir Desember harus selesai,” jelasnya.
Ia menargetkan, seluruh pekerjaan rampung sebelum kegiatan besar Malam Senin Momentum 5 Rajab, usai sebelumnya tertunda karena perbaikan Jembatan Sei Ulin Kilometer 31.
“Proyek ini juga kami usahakan dan kami laksanakan dengan rekayasa lalu lintas sehingga tidak mengganggu aktivitas,” ungkapnya.
Sementara untuk saat ini lubang yang sebelumnya menganga telah mulai ditutup aspal agar arus lalu lintas dapat kembali lancar.
“Mudah-mudahan pelaksanaan lapangan bisa terhandle dengan baik. Sehingga pekerjaan bisa cepat dan kami rekayasa pekerjaan ini akan selesai sebelum akhir tahun,” tutupnya.



