REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa. Salah satu langkah strategisnya adalah pelaksanaan Program Keluarga SIGAP (Sehat, Inovatif, Gizi, Aktif, dan Peduli), yang menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni imunisasi, cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan pemenuhan nutrisi bergizi.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan akses layanan kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Dengan pendekatan yang melibatkan langsung pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Keluarga SIGAP menjadi salah satu motor penggerak dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar.
Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappedalitbang Kabupaten Banjar Fara Hayani, menjelaskan bahwa Keluarga SIGAP merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan kebijakan pembangunan manusia yang menjadi prioritas daerah. Program ini dianggap sejalan dengan arah kebijakan Bupati Banjar dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau dan berkelanjutan.
“Program Keluarga SIGAP mencakup edukasi dan pendampingan kepada masyarakat tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun, imunisasi rutin yang lengkap dan tepat waktu, serta pemenuhan nutrisi yang seimbang. Tiga hal ini menjadi kunci utama dalam membentuk generasi sehat dan mencegah berbagai penyakit yang dapat menghambat tumbuh kembang anak,” ujar Fara.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari peran aktif pemerintah desa, kader posyandu, hingga dukungan dari lembaga lintas dinas.
“Upaya ini sejalan dengan komitmen kami untuk menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membangun fondasi kesehatan keluarga yang kuat di Kabupaten Banjar,” tegasnya.
Capaian Nyata di Lapangan
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Widya Wiri Utami, mengungkapkan bahwa dampak positif dari pelaksanaan program Keluarga SIGAP mulai terlihat dari berbagai indikator kesehatan masyarakat.
“Capaian pelaksanaan imunisasi dasar lengkap semakin meningkat, kesadaran masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun mulai menjadi kebiasaan, dan perhatian terhadap pemberian nutrisi bagi bayi dan balita juga semakin baik. Semua ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting tahun 2025,” ungkap dr. Widya.
Ia juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk tahun 2026, yang bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan program dan memperluas jangkauannya hingga ke seluruh desa di Kabupaten Banjar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar yang merata, mulai dari imunisasi anak, pemeriksaan tumbuh kembang, hingga penyuluhan gizi seimbang. Program ini bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga tentang menciptakan masa depan generasi Banjar yang tangguh dan produktif,” tambahnya.
Dukungan dan Harapan dari Masyarakat Desa
Salah satu peserta lokakarya, Sappe, perwakilan dari desa penerima program, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah daerah melalui Keluarga SIGAP. Menurutnya, keberadaan program ini sangat membantu masyarakat desa dalam memperoleh pengetahuan dan layanan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Sekarang kami jadi lebih paham pentingnya imunisasi, menjaga kebersihan diri, dan memberikan makanan bergizi untuk anak-anak. Fasilitas kesehatan juga lebih mudah diakses. Program ini membuat kami merasa diperhatikan dan didampingi dalam menjaga kesehatan keluarga,” ucapnya.
Sappe berharap agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di pedesaan.
Integrasi dengan Perencanaan dan Anggaran Desa
Selain memberikan edukasi kesehatan, lokakarya Keluarga SIGAP juga menekankan pentingnya integrasi program ke dalam perencanaan pembangunan desa, termasuk pengalokasian anggaran desa untuk mendukung kegiatan kesehatan dan gizi masyarakat.
Langkah ini dinilai penting agar program tidak berhenti pada tataran sosialisasi, tetapi dapat terus berjalan secara mandiri dan berkesinambungan melalui dukungan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Kami berharap para kepala desa dan perangkat desa dapat memahami urgensi program ini dan mengintegrasikannya ke dalam RPJMDes maupun APBDes, sehingga menjadi bagian dari kebijakan pembangunan yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Fara menambahkan.
Menuju Generasi Emas 2045
Kegiatan lokakarya Keluarga SIGAP ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Bappedalitbang Kabupaten Banjar. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan target pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Banjar dapat memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya kesehatan keluarga, terutama dalam mencegah stunting sejak dini.
“Keluarga yang sehat adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi yang cerdas dan produktif. Melalui Keluarga SIGAP, kita menanamkan nilai-nilai kesehatan sejak dini demi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkas dr. Widya.
Tari ‘Simfoni Nusantara’ Hantar Sanggar Kamilau Intan Sabet Juara 1 Jumpa Got Talent
REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Keterbatasan waktu latihan ternyata bukan penghalang untuk menorehkan prestasi gemilang. Berbekal persiapan khusus yang hanya berlangsung selama...



