Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Pohon Bonsai Berusia Ratusan Tahun Ada di Puncak Gunung Kahung?

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
2 Januari 2024
A A
Pohon Bonsai Berusia Ratusan Tahun Ada di Puncak Gunung Kahung?

Yuandi, warga Banjarbaru tengah berpoto di dekat pohon yang ditengarai hampir menyerupai bentuk dan ukuran daun tanaman Bonsai pada umumnya, yang terletak di kawasan Pegunungan Meratus Puncak Kahung, Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Minggu (31/12/2023). Foto : Yuandi/Warga/Banjarbaru.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJAR – Ditengarai hampir menyerupai bentuk dan ukuran daun tanaman Bonsai pada umumnya, tanaman yang tingginya sekitar 3 meter yang ditemukan di kawasan Pegunungan Kahung ini menjadi perhatian sejumlah pendaki.

Bagi para pendaki yang sempat mengabadikan fotonya di samping pohon tersebut menilai, pohon itu begitu mirip dengan tanaman bonsai.

Sehingga, ditengah rasa lelah menuju Puncak Gunung Kahung, Pendaki asal Kota Banjarbaru Yuandi menyempatkan berpoto disana lantaran bentuk pohonnya mirip tanaman Bonsai.

Ditambah pemandangan sekitarnya pun menampakan kawasan pegunungan Meratus yang terpampang luas.

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

DKP Kalsel Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan di Muara Kintap Sudah Sesuai Mekanisme

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Dibalik Kurban PLN UID Kalselteng, Ada Senyum Penerima yang Turut Merayakan Idul Adha

Sebelum menjumpai pohon tersebut, Yuandi mengaku sempat mendengar desas desus di puncak Gunung Kahung terdapat tanaman bonsai yang hidupnya sudah ratusan tahun.

Penasaran akan informasi tersebut, Yuandi dengan teliti memperhatikan pohon demi pohon yang dilewatinya saat mendaki Puncak Gunung Kahung di Desa Belangan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Sabtu (29/12/2023).

Hingga sampai pada lokasi yang didengarnya itu, Ia pun memutuskan beristirahat di sekitaran pohon itu sembari memandangi keindahan Pegunungan Meratus.

“Di puncak Kahung saya dengar ada bonsai ratusan tahun yang hidup,” ujarnya kepada pewarta.

Letaknya kata Yuandi sekitar setengah jam sebelum tiba di Puncak Gunung Kahung.

Kondisi vegetasi sekitaran pohon tersebut ditumbuhi lumut dan akar-akaran. Bahkan tidak jarang ditemukan tumbuhan kantung semar disana.

“Letak pohon itu berada di tempat yang dinamai puncak musang,” bebernya.

Berbeda dengan Yuandi, Risani warga Kabupaten banjar yang gemar merawat tanaman bonsai dirumahnya menampik tanaman yang ada di kahung tersebut adalah tanaman bonsai.

Namun jika dijadikan inspirasi sebagai tanaman bonsai baginya masih memungkinkan.

“Bonsai itu hasil bentukan manusia. Walaupun tanaman bonsai juga diambil dari alam. Tapi itu bukan bonsai,” ucapnya melalui sambungan telepon, Selasa (2/1/2023) pukul 14.29 wita.

Ia menyarankan, tumbuhan yang dimaksud sebaiknya tidak dieksploitasi atau dipotong untuk di bawa ke rumah. Sebab, tumbuhan tersebut akan indah jika tetap berada disana.

“Jangan diambil dibawa ke Rumah,” saran lelaki yang dulunya tergabung di salah satu organisasi Pecinta Alam itu.

Dilansir dari Wikipedia, Bonsai “Foire du Valais”, Swiss, 2005, merupakan tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.

Penanaman sai berati di pot dangkal yang disebut bon. Istilah bonsai dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal.

Apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon.

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu.

Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya.

Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut.

Bonsai berasal dari seni miniaturisasi tanaman yang disebut penjing dari periode Dinasti Tang.

Menanam bonsai menjadi pekerjaan sambilan samurai zaman Edo, saat bonsai mencapai puncak kepopuleran.

Sejak zaman Meiji, bonsai dianggap sebagai hobi yang bergaya. Namun pemeliharaan bonsai dan penyiraman memakan banyak waktu.

Sejalan dengan lingkungan tempat tinggal di Jepang yang makin modern dan tidak memiliki halaman, penggemar bonsai akhirnya terbatas pada kalangan berusia lanjut.

Share32Tweet20Send

Related Posts

BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bekali 20 Ahli Waris Lewat Program PEKA untuk Kemandirian Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bekali 20 Ahli Waris Lewat Program PEKA untuk Kemandirian Ekonomi

by erna wati
24 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin terus memperluas peran perlindungan sosial tidak hanya sebatas pembayaran santunan.Melalui program Pemberdayaan...

Buka Piala Banjarbaru Emas 2026, Wali Kota Lisa Halaby Tekankan Pembinaan Atlet Usia Dini

Buka Piala Banjarbaru Emas 2026, Wali Kota Lisa Halaby Tekankan Pembinaan Atlet Usia Dini

by Ramadhani MTD.
24 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul tidak hanya melalui bangku sekolah, tetapi juga lewat...

Universitas Lambung Mangkurat Gelar Workshop Penguatan Strategi QS World University Rankings 2026

Universitas Lambung Mangkurat Gelar Workshop Penguatan Strategi QS World University Rankings 2026

by Ramadhani MTD.
24 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan reputasi akademik di tingkat internasional. Melalui penyelenggaraan Workshop...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In