REDAKSI8.COM, BANJAR – Suasana pagi di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, mendadak heboh setelah seorang warga menemukan seekor ular cobra berukuran sekitar 1 meter di pekarangan rumahnya. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 07.42 WITA, tepatnya di Jalan Kenanga, Gang Sakinah RT 01 RW setempat.
Pemilik rumah, Nursyifa Yasmin Rizqia, menceritakan awal mula ia menemukan hewan berbahaya tersebut. Saat itu, ia tengah membersihkan pekarangan samping rumah, terutama tumpukan barang yang sudah tidak terpakai.
“Ketika sedang mengangkat beberapa barang, saya tiba-tiba melihat ada ular yang meliuk di antara tumpukan. Setelah saya perhatikan ternyata ular cobra. Karena panik, saya langsung menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan,” tutur Yasmin dengan nada lega setelah ular berhasil diamankan.
Informasi penemuan ular segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras, M Kasyaf R, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan warga tepat pukul 07.42 WITA.
“Kami mendapat informasi bahwa ada ular dengan ukuran sekitar satu meter berada di samping rumah warga. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan membawa peralatan khusus untuk penangkapan ular,” jelas Kasyaf.
Dalam waktu kurang dari 30 menit, petugas berhasil menangkap ular tersebut dengan aman tanpa menimbulkan korban ataupun kerugian. Penanganan selesai pada pukul 08.03 WITA.
Setelah berhasil diamankan, ular berbisa itu tidak dimusnahkan, melainkan akan dilepaskan kembali ke habitatnya jauh dari permukiman warga. Menurut Kasyaf, hal ini penting agar ekosistem tetap terjaga, namun masyarakat tetap aman dari ancaman.
Selain melakukan penangkapan, tim Damkar Banjar juga memberikan edukasi langsung kepada warga sekitar tentang bagaimana cara mengantisipasi keberadaan ular di lingkungan rumah. Warga diingatkan agar selalu menjaga kebersihan pekarangan, tidak menumpuk barang bekas terlalu lama, serta berhati-hati saat beraktivitas di area rawan.
“Kami selalu menekankan agar masyarakat tidak mencoba menangani sendiri hewan berbahaya seperti ular berbisa. Segera hubungi petugas agar penanganan lebih aman. Selain itu, menjaga kebersihan pekarangan menjadi langkah utama untuk mencegah ular bersarang di sekitar rumah,” tambah Kasyaf.
Atas respon cepat petugas, warga setempat, termasuk Yasmin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi. Mereka merasa lebih tenang karena keberadaan ular yang berbahaya tersebut berhasil ditangani tanpa menimbulkan masalah.
“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih kepada petugas Damkar Banjar yang datang cepat. Kalau tidak segera ditangani, mungkin bisa membahayakan keluarga saya dan warga sekitar,” ungkap Yasmin.
Kasus penangkapan ular ini menjadi bukti nyata bahwa Damkar Banjar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan hewan berbahaya serta memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Layanan ini terbuka setiap saat, dan masyarakat bisa langsung menghubungi posko terdekat jika menemukan kejadian serupa.
Dengan adanya tindakan cepat dan sigap dari tim Damkar, masyarakat Desa Indrasari kini bisa beraktivitas kembali dengan lebih tenang, tanpa dihantui rasa khawatir akan keberadaan ular berbisa di lingkungan mereka.
Pemilik rumah, Nursyifa Yasmin Rizqia, menceritakan awal mula ia menemukan hewan berbahaya tersebut. Saat itu, ia tengah membersihkan pekarangan samping rumah, terutama tumpukan barang yang sudah tidak terpakai.
“Ketika sedang mengangkat beberapa barang, saya tiba-tiba melihat ada ular yang meliuk di antara tumpukan. Setelah saya perhatikan ternyata ular cobra. Karena panik, saya langsung menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan,” tutur Yasmin dengan nada lega setelah ular berhasil diamankan.
Informasi penemuan ular segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras, M Kasyaf R, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan warga tepat pukul 07.42 WITA.
“Kami mendapat informasi bahwa ada ular dengan ukuran sekitar satu meter berada di samping rumah warga. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan membawa peralatan khusus untuk penangkapan ular,” jelas Kasyaf.
Dalam waktu kurang dari 30 menit, petugas berhasil menangkap ular tersebut dengan aman tanpa menimbulkan korban ataupun kerugian. Penanganan selesai pada pukul 08.03 WITA.
Setelah berhasil diamankan, ular berbisa itu tidak dimusnahkan, melainkan akan dilepaskan kembali ke habitatnya jauh dari permukiman warga. Menurut Kasyaf, hal ini penting agar ekosistem tetap terjaga, namun masyarakat tetap aman dari ancaman.
Selain melakukan penangkapan, tim Damkar Banjar juga memberikan edukasi langsung kepada warga sekitar tentang bagaimana cara mengantisipasi keberadaan ular di lingkungan rumah. Warga diingatkan agar selalu menjaga kebersihan pekarangan, tidak menumpuk barang bekas terlalu lama, serta berhati-hati saat beraktivitas di area rawan.
“Kami selalu menekankan agar masyarakat tidak mencoba menangani sendiri hewan berbahaya seperti ular berbisa. Segera hubungi petugas agar penanganan lebih aman. Selain itu, menjaga kebersihan pekarangan menjadi langkah utama untuk mencegah ular bersarang di sekitar rumah,” tambah Kasyaf.
Atas respon cepat petugas, warga setempat, termasuk Yasmin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi. Mereka merasa lebih tenang karena keberadaan ular yang berbahaya tersebut berhasil ditangani tanpa menimbulkan masalah.
“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih kepada petugas Damkar Banjar yang datang cepat. Kalau tidak segera ditangani, mungkin bisa membahayakan keluarga saya dan warga sekitar,” ungkap Yasmin.
Kasus penangkapan ular ini menjadi bukti nyata bahwa Damkar Banjar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan hewan berbahaya serta memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Layanan ini terbuka setiap saat, dan masyarakat bisa langsung menghubungi posko terdekat jika menemukan kejadian serupa.
Dengan adanya tindakan cepat dan sigap dari tim Damkar, masyarakat Desa Indrasari kini bisa beraktivitas kembali dengan lebih tenang, tanpa dihantui rasa khawatir akan keberadaan ular berbisa di lingkungan mereka.



