REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluhan Pertanian yang digelar Bidang Penyuluhan Pertanian di Kolam Jack, Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Selasa (2/12/2025).
Rakor ini dihadiri langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita, bersama jajaran pejabat eselon, Koordinator Jabatan Fungsional (KJF), Kepala UPTD, para koordinator balai, hingga penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Kabupaten Banjar. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai jalannya kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan soliditas penyuluh.
Penyuluh Garda Terdepan Kemajuan Pertanian
Dalam sambutannya, Warsita menekankan bahwa penyuluh bukan hanya pendamping teknis bagi petani, tetapi juga motor penggerak keberhasilan pembangunan pertanian daerah.
“Penyuluh adalah garda terdepan dalam menyampaikan berbagai inovasi dan kebijakan pertanian. Mereka menjadi penghubung strategis antara pemerintah dan petani, memastikan program dapat diterapkan dan berdampak nyata,” ujarnya.
Warsita turut memaparkan berbagai program prioritas yang telah dan sedang dijalankan Distan Banjar, antara lain:
– Optimalisasi lahan rawa dan perluasan Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk mendukung peningkatan produksi padi
– Penguatan kelembagaan petani melalui Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP)
– Pemanfaatan Brigade Alsintan dan UPJA dalam percepatan mekanisasi pertanian
– Peningkatan kapasitas petani lewat bimtek dan gerakan tanam serentak
Menurutnya, seluruh agenda tersebut memerlukan dukungan penuh penyuluh agar implementasi di lapangan berjalan efektif dan sesuai target.
Akselerasikan Koordinasi dan Respons Cepat Masalah Lapangan
Warsita meminta penyuluh untuk terus memperkuat koordinasi antar Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), termasuk dalam hal pertukaran informasi serta penanganan cepat persoalan teknis yang dihadapi petani.
“Fokus kita adalah peningkatan produktivitas. Penyuluh harus mengawal program strategis seperti OPLA dan CSR secara konsisten untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” tegasnya.
Ia berharap langkah kolaboratif ini mampu melahirkan capaian signifikan, baik dari sisi produksi pertanian maupun peningkatan kesejahteraan petani Banjar.
Apresiasi untuk Para Purna Bakti yang Telah Mendedikasikan Hidupnya bagi Petani
Kegiatan rakor kemudian ditutup dengan suasana penuh haru saat dilakukan prosesi pelepasan penyuluh pertanian yang memasuki masa purna tugas. Distan Banjar bersama Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) memberikan tali asih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka selama puluhan tahun membina petani.
Enam nama yang resmi dilepas yakni Nudin, Edy Sukoco, Effi Finaliana Noor, Ira Elyawati, Syahrani, dan Muklis Nazar. Mereka disebut sebagai teladan inspiratif yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pertanian Banjar.
“Pengabdian mereka telah membentuk fondasi kuat pertanian kita. Semoga semangat mereka menjadi contoh bagi generasi penyuluh berikutnya,” pungkas Warsita.
Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat
REDAKSI8.COM, BANJAR - Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas budidaya ikan...



