Seorang buruh harian lepas, Humaidi (43), meregang nyawa usai ditebas pelaku A (31) alias Ello menggunakan sebilah parang sekitar pukul 16.30 Wita.
AKBP Pius X Febry Aceng Loda, melalui Kasi Humas, Ipda Kardi Gunadi mengatakan, Berdasarkan keterangan saksi, Syaprudin korban sempat berlari di jalan aspal Pumpung sebelum akhirnya terjatuh dan diserang.
“Saat dikejar korban terjatuh di TKP dan saksi 1 melihat tersangka menganiaya korban dengan sebilah parang, namun tidak mengetahui penyebab asal mula peristiwa itu terjadi,” ujarnya, Senin (1/12/25).
Tidak hanya Syaprudin yang melihat kejadian tersebut, tetapi juga dilihat oleh saksi 2 dan 3 yang ketakutan lalu langsung masuk dan mengunci pintu rumah.
Tak berselang lama, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tubuh penuh luka tebasan dan bersimbah darah.
Kemudian, polisi dari Polsek Cempaka dan Polres Banjarbaru langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari lokasi, ditemukan ceceran darah sepanjang kurang lebih enam meter mengarah ke jalan Pumpung, serta kumpang parang berwarna cokelat sepanjang 50 centimeter yang diduga digunakan pelaku.
Pun, hasil visum menunjukkan luka fatal yang dialami korban.
“Dari hasil pemeriksaan visum dokter menyebutkan bagian luka yang di alami korban diantaranya, di bagian leher, luka sayatan di bagian jari dan telapak tangan kanan, tangan kiri korban putus,” jelasnya.
Selain itu, terdapat luka memanjang dari jari telunjuk ke pergelangan tangan kiri, luka besar menganga di dada hingga perut yang membuat organ dalam rusak dan usus terburai, serta luka lebar di pinggang kiri dan paha kanan.
Usai kejadian tersebut, polisi bergerak cepat memburu pelaku, bahkan upaya pendekatan dilakukan ke pihak keluarga Ello.
“Anggota melakukan pendekatan dengan keluarganya, keluarga menyerahkan tersangka ke Polsek sekitar pukul 03.30 Wita dini hari,” tuntasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan rangkaian lengkap peristiwa yang berujung maut tersebut.



