REDAKSI8.COM, BANJAR – Semangat pengabdian dan profesionalisme mewarnai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Banjar yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ratusan bidan untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.
Peringatan yang dihadiri sekitar 765 anggota IBI tersebut diikuti bidan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit pemerintah dan swasta, praktik mandiri bidan (PMB), Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Provinsi Kalimantan Selatan, hingga bidan yang bertugas di berbagai kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banjar serta Kota Banjarbaru.

Mengusung tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045”, peringatan HUT tahun ini menegaskan semakin pentingnya posisi bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Tidak hanya bertugas membantu persalinan, bidan kini dituntut menjadi pemimpin di tengah masyarakat yang mampu memberikan edukasi kesehatan reproduksi, mendampingi ibu sejak masa kehamilan hingga nifas, mencegah stunting, serta memastikan setiap perempuan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermartabat, dan berkualitas.
Rangkaian puncak peringatan juga diisi seminar ilmiah bertema “Hipertensi dalam Kehamilan (Preeklampsia)”. Tema ini dipilih karena preeklampsia masih menjadi salah satu penyebab terbesar kematian ibu di Indonesia.
Melalui seminar tersebut, para peserta mendapatkan pembaruan ilmu mengenai deteksi dini, tatalaksana, hingga upaya pencegahan preeklampsia agar komplikasi selama kehamilan dapat ditekan sedini mungkin.
Peningkatan kompetensi ini dinilai sangat penting mengingat bidan merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu hamil, proses persalinan, masa nifas, hingga pelayanan bayi baru lahir.
Dengan kemampuan yang terus diperbarui, diharapkan pelayanan kebidanan semakin cepat, tepat, dan berkualitas sehingga mampu menyelamatkan lebih banyak ibu maupun bayi.
Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Banjar, Raihana Norfitri, S.ST., M.Keb, mengatakan usia ke-75 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan ketangguhan, loyalitas, dan dedikasi para bidan dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, tema HUT tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan panggilan nyata bagi seluruh bidan untuk memperkuat kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan terdapat tiga pesan penting yang harus menjadi pegangan seluruh anggota IBI.
Pertama, memperkuat kepemimpinan bidan sebagai pengambil peran strategis, bukan hanya sebagai pelaksana pelayanan klinis, tetapi juga sebagai mitra dalam pengambilan keputusan kesehatan masyarakat.
Kedua, memberikan pelayanan kebidanan berbasis hak yang berpusat pada perempuan dan anak. Setiap ibu berhak memperoleh pelayanan yang aman, manusiawi, serta penuh empati dengan mengutamakan keselamatan ibu dan bayi.
Ketiga, mengawal terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta percepatan penanganan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Kampanye global One Million More Midwives mengingatkan bahwa dunia masih membutuhkan lebih banyak bidan yang kompeten, profesional, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Tugas kita bukan hanya membantu persalinan, tetapi juga memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Saat ini, jumlah anggota IBI Cabang Kabupaten Banjar tercatat mencapai 789 bidan yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Sebanyak 68 persen diantaranya merupakan lulusan Diploma III (D3) Kebidanan, sementara sisanya memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keberadaan para bidan tersebut menjadi kekuatan utama dalam memberikan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah pedesaan.
Raihana juga memberikan apresiasi kepada seluruh bidan yang tetap mengabdi dengan penuh dedikasi di berbagai daerah, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras, keikhlasan, dan pengabdian seluruh bidan yang terus melayani masyarakat dari pusat kota hingga pelosok desa. Tetaplah menjaga profesionalisme, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat solidaritas organisasi,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, Dinas Kesehatan, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung berbagai program IBI dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Enam Rangkaian Kegiatan Warnai HUT IBI ke-75
Perayaan HUT ke-75 IBI Kabupaten Banjar bukan hanya berlangsung pada hari puncak. Sejak Maret hingga Juni 2026, IBI telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Opor Bu Bidan, bakti sosial pelayanan imunisasi serentak, pelayanan kontrasepsi serentak, anjangsana kepada para sesepuh IBI, ziarah ke makam para pendahulu IBI, hingga seminar ilmiah yang menjadi puncak peringatan tahun ini.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, IBI menunjukkan bahwa peran bidan tidak hanya berada di ruang persalinan, tetapi juga hadir dalam upaya promotif, preventif, edukatif, dan sosial kemasyarakatan.
Memasuki usia ke-75 tahun, IBI Kabupaten Banjar berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kebidanan agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Dengan penguatan kompetensi, kepemimpinan, serta sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, para bidan optimistis dapat berkontribusi besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat penurunan stunting, serta mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan berkualitas.



